Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Friday, 25 November 2016

Farah First Trip

      6 comments   

Huahahaha banyak banget ya nge post foto sampe belasan gitu.

Ini pertama kalinya ngajak Farah jalan keluar. Selama hampir dua bulan setelah lahiran, saya dan Farah hampir ga pernah ke mana mana kecuali depan rumah. Itu juga cuma sesekali n bentar doang.

Awal awal sih buat jemuran. Tapi berhubung bidan kami ga begitu nyaranin untuk berjemur jadi makin dikit deh waktu kami nongkrong di luar. Alasan ga jemuran sih kata bidannya sekarang ini lapisan ozon makin menipis. Yah efek global warming kali ya. Saya sih setuju aja. Kata bu bidan, yang penting cukup ASI

Kami bawa Farah ke batam center. Buset!!! Jauh banget ya.

Agak merasa bersalah juga sih bawa Farah sejauh itu apalagi sampe malam.

Kami perginya dadakan, ga direncanain. Jadilah saya sore itu heboh sendiri mengenai apa yang mau dibawa. Ya udah masukin aja semua. Celana, popok, selimut, kain bedongan, minyak telon sampe baju ganti buat saya. Kali aja dipipisin, maklum, Farah ga pake diapers hehehe...

Alhamdulillah Farah anteng banget. Mungkin karena kami keluar di jam tidur Farah biasanya. Jadi di perjalanan sampe kami makan n sholat kerjanya tiduuuuur aja. Pipis juga cuma sekali. Rewel minta susu pas kami mau pulang aja berhenti bentat buat beli roti bakar.

Wuaduhh saya yang rempong. Belum pengalaman netekin Farah sambil dalam gendongan sambil ditutupin pake jilbab juga -_-

Khawatir Farah rewel malamnya entah karena masuk angin atau lainnya. Tapi alhamdulillah engga. Cuma pas subuh aja rewel pake banget. Mungkin perutnya sakit. Saya susuin, gantiin bajunya n dikasih minyak habis tu tidur lagi. Hewww.... Ampun dah.

[Korean Drama] On the Way to the Airport ll Pembenaran Selingkuh?

      6 comments   


Huft.... Nonton drama selingkuhan gini emang berat dan kadang bikin baper sendiri. Beda banget feelnya nonton drama dengan tema ini sebelum dan setelah menikah. Sebelum menikah ya ga begitu ada beban tapi begitu nonton beginian setelah menikah, mau ga mau ada berbagai kekhawatiran yang muncul di benak saya. Hewww.... Cukup lelah tapi sejujurnya nagih hahha

Oke, kali ini saya mau ngebahas drakor yang baru aja kelar penayangannya. Komplit. Awalnya saya ga mau nonton drama on going,  tapi karena keisengan ya jadi berkelanjutan. Drama ini ditamatin. 

On the Way to the Airport salah satu drama selingkuhan yang pernah saya tonton. Dulu saya juga nonton One Warm Word yang bikin gregetan dan sukses bikin saya jatuh cintrong sama Lee Sang Woo. Ada juga drama keluarga yang panjang banget, First Wive di mana itu drama semua pemainnya terlibat dalam perselingkuhan. 


Nah, On the Way to the Airport agak lebih smooth sih cara selingkuhnya hahaha.. Apalagi di sini juga diliatin kenapa mereka bisa tertarik sama lain. Mulai dari pertemuan, alasan pertemuan dan latar belakang keluarga yang emang bikin mereka sumpek. Ga ada kepuasan lahir batin lah sebagai dua orang yang hidup berumah tangga. 

Oh ya, drama ini juga drama come back nya Kim Ha Neul setelah lama banget dia ga nongol di dunia perdramaan. Saya suka dengan Kim Ha Neul, apalagi setelah dia main di film Blind dan berperan sebagai gadis buta. Ini thriller banget. 

But, saya jadi rada gimana gitu setelah Kim Ha Neul main di drama ini sebagai Choi Soo Ah, pemeran utama yang 'tanpa sengaja' terlibat perselingkuhan dengan Suh Doo Woo yang diperankan Lee Sang Yoon. Huh, ending drama ini sukses bikin saya sakit hati sama mereka berdua hahaha

Yaa kalo dianalisa lagi keduanya punya alasan kuat untuk tertarik satu sama lain. Ada kekosongan dalam jiwa mereka sebagai suami/istri yang ga dipenuhi oleh pasangannya. 

Suh Doo Woo, arsitek yang sukses dengan kerjaannya, punya anak tiri yang menyenangkan yang mengisi hari-harinya. Sayang, Annie, anak tirinya itu meninggal dalam kecelakaan di bandara. Meski tampak sempurna, kehidupan rumah tangganya rada kosong. Kim Hye Won, istrinya lebih sibuk dengan karirnya dan menganggap bahwa pekerjaan adalah segalanya baginya. Bahkan lebih penting dari anak dan suaminya. 



Sementara itu, Choi Soo Ah yang bekerja sebagai pramugari kerap makan hati akan tingkah suaminya, Kapten Park Jin Seok yang merupakan pilot di maskapai yang sama. Bukan karena suaminya selingkuh, menurut saya dia termasuk tipe setia meski sering digoda oleh rekan kerjanya. Yaah sebenarnya orangnya cuek level dewa sih. Termasuk sama istri dan anaknya. Bagi Park Jin Seok, anak harus dibesarkan dengan logika, jangan terlalu baper hahaha

Sebagai istri, Choi Soo Ah sering ga dianggap. Ga dihargai pendapatnya terutama menyangkut kehidupan anak tunggal mereka yang entah udah berapa kali pindah sekolah, pindah negara gara-gara ngikutin jadwal penerbangan kedua orang tuanya. Semua diputuskan sendiri oleh Park Jin Seok, pokoknya anak n istri cukup ngikutin apa yang dia jadwalkan. Kelar deh masalahnya. 

Lebih parahnya, mereka menikah tapi ga kaya suami istri, Park Jin Seok bahkan lebih memilih ga tinggal serumah dengan anak istrinya dan malah suruh mereka tinggal dengan ibunya. Duh!!! Hidupnya ala bujangan banget. Tapi di depan rekan kerjanya, Park Jin Seok bersikap seolah olah dia sayang banget sama keluarganya. Ini dia yang bikin Choi Soo Ah ngurut dada. 

Di tengah kekosongan jiwa itulah mereka bertemu seolah olah menemukan belahan jiwa yang hilang. Hanya dari pandangan mata, mereka bisa mengerti perasaan masing masing dan saling menguatkan. Awalnya Choi Soo Ah mengatakan mereka hanya berteman dengan tiga larangan; no touching, no kissing, and no promise. Tapi ya elah buuuuk, mana ada sih n mana bisa juga dua orang dewasa yang saling menyukai ga melakukan hal hal di atas. Apalagi mereka ga dapatkan itu dari pasangannya.


Yahhh, sekilas semacam ada pembenaran dari hubungan terlarang kedua orang ini. Seolah olah digambarkan mereka emang jodoh dan bertemu dengan pasangan yang salah. Ada sebuah opini yang membuat penonton berpikir, hubungan seperti itu sah sah aja karena mereka diabaikan oleh pasangannya. 

I SAY NO

Bagi saya masalah mereka dengan pasangannya cuma satu, KOMUNIKASI YANG GA TERBANGUN DENGAN BAIK. Padahal mereka menikah udah cukup lama tapi ternyata masih terjadi masalah komunikasi antara keduanya. 

Suh Doo Woo menikahi Kim Hye Won bukan karena diminta ibunya, tapi karena ia mencintai perempuan itu. Dia sendiri loh yang bilang dalam dramanya. Jika benar begitu, kenapa dia dengan begitu mudahnya jatuh pada Choi Soo Ah hanya karena Hye Won lebih sibuk dengan pekerjaannya dan kebohongan-kebohongannya selama ini. Entahlah, bagi saya Doo Woo engga berusaha untuk mendapatkan istrinya. Dia memang laki-laki yang baik tapi tak punya pendirian, terlalu lemah menghadapi konflik. 

Lalu bagaimana dengan Choi Soo Ah? 

Saya tak bisa menyalahkan ia sepenuhnya karena bagi saya ia telah berusaha dengan sangat keras untuk menjadi ibu dan menantu yang baik. Usahanya untuk membangun komunikasi dengan Park Jin Seok pun mungkin telah membuatnya lelah hingga pada suatu ketika ia menanyakan arti dirinya pada suaminya itu.

"Apa artinya aku bagimu?" 

Wajar jika ia lelah menghadapi suaminya yang super cuek itu. Tapi bukan untuk membenarkan perselingkuhannya. Jika saja ia bertahan sedikit saja, ia akan tahu bahwa ia adalah hal paling berharga bagi Park Jin Seok. Sayang udah terlambat karena hati Choi Soo Ah telah berpindah pada Suh Doo Woo. 

Tapi tetep aja saya ga suka, apalagi ia memilih untuk ga ikut suami dan anaknya ke Selandia Baru. Ia lebih memilih tetap di Korea Selatan. Ouch!!!! Ditambah ending yang bikin keki dengan bersatunya Choi Soo Ah dan SUh Doo Woo yang juga telah bercerai dengan Kim Hye Won. Hey!!!!!!

Ga habis pikir deh. Ini drama mungkin akan menginspirasi pasangan selingkuh lainnya untuk menggapai kebahagiaan (semu) itu. Gimana pun pilihan yang dibuat Choi Soo Ah adalah untuk dirinya sendiri yang menginginkan kebahagiaan. 

Sayang sekali ga diceritakan apakah anaknya, Park Hyo Eun mengetahui perselingkuhannya itu. 

Scene yang paling saya suka adalah ketika Choi Soo Ah bertengkar dengan Song Mi Jin sahabatnya yang baru saja ia ketahui adalah mantan pacar suaminya. Bagi Song Mi Jin, Choi Soo Ah memiliki kehidupan sempurna dan sangat patut disyukuri. 

Memiliki anak yang baik, adik yang perhatian, disukai oleh rekan kerja dan sebagainya. 

"Ambil saja untukmu semuanya" ucap Choi Soo Ah

"Tidak, kau membuang semua itu" kata Song Mi Jin yang membuat Soo Ah bagai tersambar petir karena ia telah membuang hal-hal berharga dalam hidupnya hanya untuk bahagia bersama Suh Doo Woo. Good job, Mi Jin!!!!

Apapun alasannya selingkuh itu ga boleh. Perselingkuhan adalah hal paling kejam yang bisa menghancurkan ga cuma satu keluarga atau satu orang. More than that.

Yah, drama yang memporak porandakan jiwa saya sebenarnya. Mencari tahu lagi apa arti berumah tangga. Memperbaiki lagi gaya komunikasi dan mencoba menjadi sebaik baiknya perempuan. 

Dan poin yang saya ambil dari drama ini adalah:
 

Untuk para suami, saat akan terlibat atau telah terlibat dalam perselingkuhan, berhentilah. Demi istrimu.

Untuk para istri, jangan selingkuh. Demi anak-anakmu. 

Note: saya suka semua baju yang dipakai Choi Soo Ah dalam drama ini :D

Monday, 7 November 2016

Saturday, 5 November 2016

[Korean Drama] My Secret Hotel, Saya Kecewa

      2 comments   


Siapa di sini yang atuh cintrong sama si kece Tal Tal di Empress Ki????? Auranya di drama itu mempesona banget. Sampe saya langsung nyari kira kira dia main di drama atau film apa. Nah ketemulah drama ini, My Secret Hotel. 

Dari sinopsis awal, kayanya seru sih. Tentang orang orang yang bekerja di hotel. Terakhir kali nonton drama perhotelan ya Hotelier itu hahaha lama banget ya. Jamannya Bae Yong Jun banget. Oke, setelah nanya ke sepupu yang udah nonton duluan, maka saya putuskan untuk nonton drama ini meski saya GA SUKA sama cewe pemeran utamanya, Yoo In Na -_- 

Dan apa yang terjadi???? 

SAYA KECEWA!!!!!!!!!!! 

Hampir setiap episode yang saya kerjain cuma nge skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip dan skip adegan adegan antara mereka mereka yang ga jelas itu. Yang saya ingin tau dari akhir drama ini cuma satu : siapa pembunuh sebenarnya? Alasan pembunuhan? Cara pembunuhannya? 

CUMA ITU. TITIK. 

Saya ga tertarik sama sekali dengan kisah cinta mereka yang dilebay lebaykan dan ga banget. Kisah yang ga dikemas seperti drama lainnya. Pecinta drakor tentu tau kalo tema percintaan di drakor itu emang itu itu aja. Tapi yang membuatnya menarik adalah cara pengemasan dan alur cerita sehingga bikin kita yang nonton mengidap penyakit baper menahun tanpa diketahui bisa sembuh atau tidak -_- 

 Padahal harusnya drama ini lebih beraroma thriller karena kasus pembunuhan yang muncul di awal. Tapi episode episode berikutnya malah kebanyakan nyelesain konflik cinta mantan suami istri hewwwwww.... 

Bagi pecinta drakor, saya sama sekali ga merekomendasikan drama ini untuk masuk dalam daftar drama yang akan ditonton. NO. BIG NO!!!! Apalagi buat yang mengharapkan alur cerita menegangkan dalam proses penyelidikan kasus. But, untuk yang suka drama percintaan, apalagi tentang mantan yang ngajak balikan, yaaaaa silahkan ditonton. Beberapa adegan emang bikin baper. Tapi kebanyakan sih engga penting xixixixii maapkeun.... 

 Yah, satu satunya yang menghibur di drama ini adalah Namgung Min hahhhaa...