Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Tuesday, 22 January 2013

SMS Musik

      No comments   
Suatu hari (ya elah balik ke gaya nulis pas SD nih) saya menerima sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal. Dari nomornya saya menebak beliau tinggal atau berasal dari Jakarta. 

Inti dari pesan singkat tersebut agak membuat saya kaget (namun harus tetap cool) karena menohok sekali bagi pribadi. Tentang musik.

Isinya taklimat tentang kajian hukum mendengarkan musik. Begitu membacanya saya amat sangat yakin pesan itu berasal dari harakah lain yang entah bagaimana bisa mendapatkan nomor HP saya. Dugaan sementara, nomor saya didapatkan dari sepupu saya yang juga aktivis harakah tersebut. 

Sah - sah saja jika ingin melakukan kajian tentang musik, namun satu hal yang tidak saya suka adalah pengirim pesan malah menjelekkan kelompok tertentu (bahkan langsung menuliskannya!). Ia berharap saya bisa terhindar dari golongan yang suka mendengarkan nasyid. Ah, pengharaman lagi -___-

Tak ingin berdebat, saya biarkan saja huft.....

Monday, 21 January 2013

Kaderisasi Himbau Kader untuk Pendataan Online

 ,      No comments   

TANJUNGPINANG - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Kepulauan Riau menghimbau seluruh kader di Kepri untuk melakukan pendataan dan sertifikasi, Minggu (20/1).

Ketua Departemen Kaderisasi KAMMI Kepri, Ivan Irifandi mengatakan bahwa hal ini merupakan program nasional yang dilakukan oleh kader KAMMI di seluruh Indonesia, termasuk Kepri.

"Sistem aplikasi sudah disediakan oleh Pengurus Pusat, jadi kader dapat mengaksesnya di siapkammi.org", katanya.

Cara - cara untuk melakukan pendataan ini pun sudah disosialisasikan melalui berbagai jejaring sosial seperti facebook.

"Kita berharap kader segera mendaftar ke situs yang telah disosialisasikan untuk mensukseskan program ini karena ditargetkan bulan ini semua data sudah tersimpan rapi", tutup pria kelahiran 1986 ini.

Kaderisasi KAMMI Kepri Gelar Forsikad

 ,      No comments   

TANJUNGPINANG - Departemen Kaderisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kepulauan Riau menggelar Forum Silaturahim Kader (Forsikad) di sekretariat KAMMI Kepri, Minggu (20/1).

Ivan Irifandi, Ketua Departemen Kaderisasi KAMMI Kepri mengungkapkan bahwa kegiatan merupakan salah satu program kerja rutin kaderisasi yang dilaksanakan sebulan sekali.

"Melalui forum ini kita lebih mudah melakukan konsolidasi dan sinkronisasi dengan seluruh pengurus kaderisasi yang ada di komisariat" ujar Ivan

Lebih lanjut dijelaskan dalam forum ini setiap pengurus berhak menyampaikan permasalahan yang disampaikan di lapangan.

"Harapannya kita bisa memecahkan masalah - masalah yang terjadi di lapangan sehingga program kerja dapat berjalan semestinya", jelas pria yang menyelesaikan pendidikannya di Universitas Riau, Pekanbaru tersebut.

Sunday, 20 January 2013

Friday, 18 January 2013

Hanya Allah Tempat Bergantung

Baru saja bulan April 2012 lalu ditinggal oleh Kak Pura dan Kak Kartini pulang kampung yang artinya mereka tak lagi berada di Tanjungpinang untuk bersama - sama mengerjakan apa yang harus kami lakukan.

Meskipun Kak Kimi kembali di bulan September 2012, tapi rasanya tidak cukup dalam menambah pasukan untuk bertempur

Dan ketika aku menemukan satu amunisi baru untuk bertempur dan mempersiapkannya menjadi orang yang dapat diandalkan, satu berita yang membuat kaget datang.

Akhir Januari ini ia harus pergi dari Tanjungpinang untuk satu hal yang aku yakin lebih mulia dan pastinya akan memuliakannya, bahkan lebih dari kami yang ada di sini. Allah memang memilihnya untuk terus memperbaiki diri.

Berita ini membuatku kaget karena ada satu hal yang selama ini luput dari perhatian ku.
Mungkin selama ini aku terlalu bergantung kepada manusia. Terlalu berharap bahwa orang - orang ini akan mampu meneruskan apa yang pernah kulalui juga sebelumnya. Huft...

Aku lupa tentang kata - kata seorang teman, jangan pernah bergantung pada manusia karena ia akan membuatmu kecewa. Jadikanlah Allah sebagai tempat bergantung.

Kemajuan organisasi ini bukan karena satu atau dua orang. Ia adalah sesuatu yang telah Allah atur.

Mencoba evaluasi diri sendiri, mungkin anak ini memang tidak dibiarkan Allah untuk lebih lama tinggal di sini karena potensinya yang besar. Mungkin kami yang di sini belum mampu untuk memfasilitasi dan bukan lingkungan yang cocok untuk sebuah potensi luar biasa itu.

Tak perlu menyesali apa yang telah lewat, mulai saat ini mungkin aku harus senantiasa mengenang kata - kata "Hanya Allah tempat bergantung"


Wednesday, 16 January 2013

Akhwat Kontemporer

      No comments   

*Sofistika Carevy Ediwindra
Sekretaris Umum KAMMI MADANI 2012/2013

Akhwat memegang peranan penting dalam laju roda pergerakan organisasi mahasiswa terbesar di negeri ini, KAMMI. Sayangnya, dalam ranah nasional, wilayah, daerah, maupun komisariat, kiprah akhwat KAMMI terkadang masih kalah eksis terdengar gaungnya. Entah karena keberpihakan media pada gender ikhwan atau memang dobrakan gerakan kaum hawa ini masih kurang.

Ini bukan soal perseteruan tak sehat yang membawa pada keakuan gender yang tak berujung. Gerakan kemahasiswaan di era terbuka ini membutuhkan sinergitas baik ikhwan pun akhwat untuk mengisi relung kosong negeri ini dengan kontribusi khas perbaikan. KAMMI yang merupakan gerakan berbasis kader, telah mengantongi manhaj yang tersusun integral dengan muara muslim negarawan (pemimpin) bagi seluruh kadernya.

Negeri khatulistiwa ini masih didominasi kuat oleh kuantitas wanita sebagai penduduknya. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi gerakan akhwat KAMMI. Masalah yang muncul, tak jauh dan kebanyakan, bersentuhan dengan ranah wanita. Mulai dari masalah kemiskinan, keterbelakangan pendidikan, KDRT, eksploitasi wanita, kesehatan, kekurangterlibatan wanita di ranah pengambil kebijakan nasional hingga internasional menjadi PR bagi akhwat KAMMI untuk digarap. Bisa dibilang, 100% tak ada satupun bidang kehidupan yang lepas dari kebutuhan kiprah akhwat di dalamnya.

Ya, ternyata di pundak kita, akhwat KAMMI, tersemat ragam amanah yang tak hanya butuh ditonton saja. Lalu apa? Apa yang bisa dilakukan oleh muslimah dengan sandangan muslim negarawan ini? Merujuk pada Ijtihad Membangun Gerakan buah gagasan Amin Sudarsono (2010) , terdapat beberapa hal konkret yang menjadi bekal sekaligus gerakan muslimah KAMMI. Pertama, menjaga sustainability pengkaderan. Pengkaderan nihil tanpa adanya citra baik yang diwajahkan akhwat KAMMI. Hal ini menuntut masuknya akhwat KAMMI dalam bidang strategis dan bergengsi baik di kampus, daerah, maupun nasional.

Kedua, pengembangan dan penyebaran pemikiran. Kuatnya ideologi keKAMMIan merupakan senjata dari idealisme yang selama ini KAMMI bangun. Terpaut di dalamnya perlunya kesiapan ruhiyah, ilmu, dan fisik kuat dari akhwat KAMMI. Tanpanya, ideologi yang diinternalisasi melalui pembinaan kader akan loyo dan tidak mantap merasuk ke jiwa kader akhwat KAMMI.

Selanjutnya, menjadi bidang akhwat KAMMI yakni pada aspek advokasi perempuan. Objek dakwah akhwat bukan melulu mereka yang juga telah berhijab. Maka tak selayaknya akhwat KAMMI hanya bergaul dengan sesama jenisnya saja (eksklusif). Sudah saatnya para akhwat membongkar kebiasaan lama dan beranjak pada gerakan memperlebar sayap gerak. Advokasi membutuhkan analisis dan pemahaman akan medan yang menjadi ladang garapan. Analisis merujuk pada masalah yang mengemuka dengan mengorelasikan pada sumber daya yang mampu menjadi katalisator penyelesaian masalah. Fungsi advokasi inilah yang semestinya dimainkan oleh akhwat KAMMI yang kaya akan ideologi.

Keempat, pendorong perubahan. Perubahan, tidak dipungkiri akan terjadi dalam setiap lapisan masyarakat. Bukan tak mungkin pula, perubahan wajah wanita Indonesia yang masih lekat padanya hawa marjinalisasi diawali oleh akhwat KAMMI yang terus bergerak dalam upaya dinamisasi perubahan.

Kelima, unsur pemberdayaan perempuan. Inilah unsur pembeda yang menjadi kesempatan mewujudkan aksi yang dirancang akhwat KAMMI. Skill di sisi ini menjadi modal utama. Skill domestik maupun publik adalah dua hal wajib untuk dikuasai akhwat. Akhwat yang mampu merangsek ke setiap lini perempuan dan masyarakat secara umum dengan bekal yang kokoh mampu menjadi saka bagi keutuhan pergerakan.

Menjadi akhwat KAMMI adalah sebuah anugerah. Dalam keanggunan terbalut ketangguhan. Menjadi akhwat KAMMI berolah padanya pelatihan menjadi menejer di segala bidang. Tak hanya politik, namun juga domestik. Tak hanya internasional-nasional, tapi juga keluarga dan masyarakat di hadapan. 

Kesatuan akhwat yang mewujud dalam KAMMI tak hanya tanggung jawab Pusat namun juga komisariat sebagai penyokong utama gerak KAMMI. Maka memasifkan hubungan emosional dan kultural antarkomsat, daerah-komsat, wilayah-daerah, hingga pusat-daerah menjadi ihwal yang tak terelakkan. Jangan harap loyalitas akhwat KAMMI atau kader KAMMI secara umum muncul jikalau tidak terbangunnya relasi antarinternal KAMMI tersebut. Tak pelak, kaderisasi yang di dalamnya memuat penguatan kader menjadi gerakan abadi KAMMI kini dan nanti.

sumber : http://kammimadani.wordpress.com/2012/11/03/akhwat-kontemporer/ 

Monday, 14 January 2013

Lee Seung Gi - Return (Lyrics)

      No comments   

Romanized:

Al su eomneun geu gyejeorui kkeut
‘naneun neoreul saranghago itdeongeolkka?’
Eodingae, uri hamkkehaetdeon geu manheun sigani
Son daheul deut eoje il cheoreom doedollyeojigon hae
Sunganmada nega tteoolla
Joyonghi natge ullideon geu moksori
Bomeul darmeun haessal gatatdeon neoui moseupkkaji
Eonjena neon naui maeireul hwanhage bichwosseo
Sunganmada nega tteoolla
Joyonghi natge ullideon geu moksori
Bomeul darmeun haessal gatatdeon neoui moseupkkaji
Aju jageun gieokdeul jocha yeojeonhi seonmyeonghae
Al su eomneun geu gyejeorui kkeut
‘naneun neoreul saranghago itdeongeolkka?’
Eodingae, uri hamkkehaetdeon geu manheun sigani
Son daheul deut eoje il cheoreom doedollyeojigon hae
Sunganmada nega tteoolla
Joyonghi natge ullideon geu moksori
Bomeul darmeun haessal gatatdeon neoui moseupkkaji
Eonjena neon naui maeireul hwanhage bichwosseo
Sunganmada nega tteoolla
Joyonghi natge ullideon geu moksori
Bomeul darmeun haessal gatatdeon neoui moseupkkaji
Aju jageun gieokdeul jocha yeojeonhi seonmyeonghae
Urin eodijjeum isseulkka?
Su manhatdeon gieokdeureul doedollyeobwa
Urin haengbokhaetdeon geolkka?
Al su eomneun maeumdeulman jejarie nama
Sunganmada nega tteoolla
Joyonghi natge ullideon geu moksori
Bomeul darma haessal gatatdeon neoui moseupkkaji
Ajikdo nan neoreul itji anha
Urin eodijjeum isseulkka?
Urineun haengbokhaetdeon geolkka?

English Translation:

The mysterious end of that season
I think, did I really love you?
Somewhere, all those times that we were together
I look back to those times, as if I could touch it, as if it was yesterday
Each moment, I think of you
That voice that quietly rang with a low tone
Even your resemblance to the spring sunlight
You always brightly shined on my day
Each moment, I think of you
That voice that quietly rang with a low tone
Even your resemblance to the spring sunlight
Even the small memories are still so clear
The mysterious end of that season
I think, did I really love you?
Somewhere, all those times that we were together
I look back to those times, as if I could touch it, as if it was yesterday
Each moment, I think of you
That voice that quietly rang with a low tone
Even your resemblance to the spring sunlight
You always brightly shined on my day
Each moment, I think of you
That voice that quietly rang with a low tone
Even your resemblance to the spring sunlight
Even the small memories are still so clear
Where are we?
I look back at all those memories
Were we happy?
Only unknown feelings remain in the same place
Each moment, I think of you
That voice that quietly rang with a low tone
Even your resemblance to the spring sunlight
I still haven’t forgotten you
Where are we?
Were we happy?
sumber : http://www.kpoplyrics.net/lee-seung-gi-return-lyrics-english-romanized.html 

Sunday, 13 January 2013

KAMMI Komisariat Bintan Gelar Kajian Perempuan

 ,      No comments   

TANJUNGPINANG - Belasan mahasiswi menghadiri kajian yang digelar oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (BPP KAMMI) Komisariat Bintan di sekretariat KAMMI Daerah Kepri, Minggu (13/1). 

Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan KAMMI Komisariat Bintan, Natasha Silvia, mengungkapkan kajian ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh BPP satu bulan sekali.

"Perempuan KAMMI harus mampu menjadi panutan dalam kehidupan sehari - hari, baik bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakatnya. Karena itu kami berharap melalui kajian ini akan terbentuk kader - kader perempuan yang siap melakukan perbaikan - perbaikan di tengah masyarakat modern," ujar mahasiswi 
STISPOL  tersebut.

Sementara itu, Ketua KAMMI Komisariat Bintan, Yasril, berharap seluruh kader perempuan mampu menghadiri kegiatan ini.

"Kajian ini perlu diadakan untuk meningkatkan kapasitas kader, terutama kader perempuan," katanya. 

Saturday, 12 January 2013

Friday, 11 January 2013

Menulis


Beberapa kali terkaget - kaget dan tidak menyangka sama sekali bahwa tulisan iseng di facebook atau pun di blog yang sepi pengunjung akan dibaca habis oleh orang - orang yang sama sekali di luar dugaan.

Kadang sebuah pesan singkat nangkring di handphone dengan bunyi yang membuat mata menjadi haru. Pesan singkat yang berisi bahwa tulisan - tulisan iseng itu lahap dibaca hingga huruf terakhir.

Rasanya? Senang, bangga dan luapan perasaan lain namun harus segera dinetralisir dengan ingatan akan sebuah pertanggungjawaban yang akan diminta di yaumil akhir kelak.

Hal - hal yang seperti ini membangkitkan gairah untuk kembali menulis dengan harapan tulisan akan dibaca dan menjadi inspirasi, menjadi ilmu, dan menjadikan pembaca menjadi lebih baik.

Meskipun telah ada instruksi untuk menuliskan tentang kondisi sosial politik di daerah masing - masing, sayang hal itu belum maksimal dan bahkan belum terlaksana sama sekali. Satu - satunya yang bisa dilakukan adalah menulis di blog dan memposting beberapanya di facebook.

Menulis bisa jadi adalah kegiatan yang dapat menghilangkan kebosanan setelah jenuh membaca. Menulis berarti membuat sejarah untuk diri sendiri, mencoba merekam jejak dan menjadi bukti otentik pernah hidup di dunia. Sekarang pilihan tergantung kita, tercatat dalam sejarah sebagai pemikir, penginspirasi, pembual, plagiat atau sekedar tukang curhat.



Thursday, 10 January 2013

Catatan Hari Lahir *23 tahun

Selamat Hari Lahir!!!!!

Tanggal 8 Januari 23 tahun yang lalu tepatnya di tahun 1990 alhamdulillah dilahirkan ke dunia melalui rahim seorang Ely Herawati. Berkat kerjasama yang kompak bersama Afrizal, anak perempuan pertama dari tiga bersaudara tersebut tumbuh besar dan sehat. Melalui tahun - tahun penuh syukur dengan berbagai pengalaman hidup yang tak akan mudah dilupakan begitu saja.

Lalu apa yang istimewa di usia yang ke 23 ini? Ketika menonton Shining Inheritance, salah satu drama Korea yang dibintangi oleh Lee Seung Gi dan Han Hyo Joo, terkutip satu kalimat yang diucapkan oleh nenek Hwan (diperankan oleh Ban Hjo Jung).

"Begitu kita dilahirkan, langkah demi langkah dalam setiap nafas adalah langkah menuju kematian"




Hari lahir bukan untuk dirayakan dengan penuh kemewahan dan hal - hal yang tak bermanfaat. Orang bijak sering menggunakan peringatan hari lahir sebagai momentum yang tepat untuk mengevaluasi hidup dan kehidupan




Di usia ke 23 ini, mencoba untuk meminta nasehat dari teman - teman. Dalam Islam salah satu hak seorang muslim terhadap muslim yang lainnya adalah memberikannya nasehat ketika ia minta dinasehati. 




Nasehat - nasehat ini, semoga tak hanya menjadi milik sendiri tapi juga bisa dibaca oleh yang lainnya *semoga ini sebagai penambah amal jariyah yang bersangkutan



  1. Selesaikan kuliah secepatnya, jangan buat status galau lagi karena berimplikasi pada pribadi dan organisasi" (DR)
  2. Nurul harus lebih percaya diri lagi dan kuatkan tekad. Dengan satu visi aku pasti bisa!!" (PR)
  3. Dan kebaikan apa saja yang mereka lakukan maka sekali - kali mereka tidak akan terhalangi dari pahalanya, dan Allah Maha Mengetahui keadaan orang - orang yang bertaqwa (QS. Ali Imran : 115) (FP)
  4. Di tiap zaman selalu ada pejuang - pejuang dakwah yang kelelahan. Jika mereka lelah karena mengusung kebenaran, maka Allah akan menguatkannya kembali. Tapi jika mereka lelah karena tergoda dunia, maka akan banyak pejuang yang rela menggantikannya dengan ikhlas. Karena dakwah tak pernah kehabisan pejuang. Kereta dakwah akan terus melaju menghancurkan setiap penghalang dan akan berhenti di stasiun firdaus. Semoga Allah menguatkan kita di jalan dakwah, menuntun kita di kala lelah melanda, menghibur dengan janji kebenaran di kala sedih dan duka. (MT)
  5. Hidup itu proses. Kadang tanpa kita sadari hal - hal yang kita dapat hari ini adalah bekal yang Allah siapkan untuk perjalanan kita selanjutnya. Maka bukalah mata, hati dan jiwa kita (UM)
  6. Semoga umur yang telah terpakai menjadi madrasah untuk kehidupan ke depan, dan umur yang tersisa dapat digunakan sesuai dengan hak dan kewajibannya. Dan jika sudah datang pendamping yang pas, jangan tunda. Barokah. Itu karena ia adalah penyempuna kehidupan dunia dan akhirat (NS)
  7. Jadikanlah setiap momentum dalam hidupmu sebagai sarana uuntuk semakin dekat pada Allah. Masalah - masalah adalah kesempatan untuk lebih khusyuk berdoa padaNya. Kegembiraan adalah kesempatan untuk lebih bersyukur padaNya (ZZ)
  8. Be polite! Be friendly to anyone, not only when you need them *thanks madam for this advice (EL)
  9. Sebaik - baik nasehat adalah kematian, sebaik baik pelajaran adalah kehidupan. Sebaik - baik pengetahuan adalah Al Quran. Dan Rasulullah adalah sebaik - baik tuntunan. (WD)
  10. Sholat ye! (ER)
  11. Tetap semangat dan pantang menyerah!!! (WD)
  12. U go girl!!! (SM)
  13. Sabar itu ilmu tingkat tinggi. Belajarnya tiap hari, latihannya tiap saat, ujiannya mendadak, sekolahnya seumur hidup, hadiahnya kebahagiaan. Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dan itu sungguh berat, kecuali bagi orang - orang yang khusyuk (Al Baqarah : 45). Wahai orang - orang yang beriman, mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Sungguh Allah beserta orang - orang yang sabar (Al Baqarah : 153). 
  14. Sabar dalam ketaatan kepada Allah : 1) Sabar sebelum beramal agar tidak riya 2) Sabar saat bekerja 3) Sabar setelah bekerja. Sesungguhnya hanya orang - orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (QS Az Zumar : 10) (YN)
  15. Melangkah ucapkan istighfar, beraktivitas ucapkan bismillah. Diucapkan pake lisan, inti dari kehidupan ini adalah ketengan dan bebas dari rasa was - was berakhirnya hidup.
  16. Selalu berbuat kebaikan di dalam kehidupan jangan pernah bosan mencari jalan yang baik untuk jalan menuju Allah.
  17. Syukuri kehidupan dan nikmat Allah yang telah diberikan. Sebaik - baiknya manusia adalah yang memiliki harapan dan hari - hari yang lebih baik dari hari kemarin, mereka itulah orang - orang yang beruntung. Maka selalu hisab diri kita dan memperbaikinya demi mendapatkan rahmat Allah (RN)
  18. Be yourself dan ikhlaslah dalam hal apa pun (NT)
  19. Ikhlas itu sulit, gapailah.... (MS)

Saturday, 5 January 2013

Ketika Akhwat Menikah

 No comments   
Bila ada teman yang menikah, baik itu ikhwan maupun akhwat ada dua rasa, yaitu gembira dan sedih. Jika dipersenkan 20 persen untuk gembira, sisanya sedih.

Tidak bermaksud untuk tidak senang dengan kebahagiaan orang lain, namun menikah berarti akan mengurangi kegiatan, terutama aktivitas dakwah di luar rumah yang membutuhkan banyak SDM.

Dari pengalaman yang sudah - sudah, para akhwat yang menikah mengalami perubahan aktivitas hampir 180 derajat dibanding dengan sebelum menikah. Ketika belum menikah ia adalah akhwat yang mobile, bisa dimintai tolong untuk mengurus ini dan itu, ke sana kemari dengan gesitnya, namun setelah menikah sang akhwat akan meninggalkan aktivitas tersebut almost 90 persen. 

Dalam sebuah pertemuan, hal ini pernah dibahas mengapa kejadiannya menjadi seperti ini. Tergerusnya kader akhwat militan karena pernikahan mengakibatkan berkurangnya pasukan di lini terdepan. Padahal dalam sebuah pertempuran lini terdepan memiliki peranan penting dalam kemenangan.  

Seorang ustdzah pernah berkata, fenomena seperti itu biasa saja karena memang ketika akhwat sudah menikah, maka medan dakwahnya otomatis akan berubah dari sebelumnya. Sedikit yang masih bisa mempertahankan aktivitas dakwahnya seperti sebelum menikah. Seorang akhwat yang sudah menikah memiliki kewajiban untuk melayani suami dan keluarga. Bagi akhwat, keluarga adalah yang paling penting dan paling utama. Suami dan anak - anaknya memiliki hak yang lebih besar terhadap diri akhwat tersebut.

Lalu sebuah pertanyaan muncul, di mana hak ummat terhadap diri akhwat itu?

Ustadzah itu melanjutkan, dulunya ia juga demikian. Menikah membuatnya seolah - olah tenggelam dari aktivitas luar. Apalagi setelah memiliki anak. Tapi tidak serta merta ia tak berbuat apa - apa. Ia menyibukkan dirinya untuk menulis buku sehingga dalam rangka waktu beliau tidak muncul, ia sudah menerbitkan buku - buku yang dapat dibaca oleh orang banyak.

Ya bisa saja seorang akhwat yang menikah berbuat demikian. 

Namun ada dilema yang muncul ketika harus dihadapkan tentang fakta minimnya sumber daya manusia yang mampu membina ummat, terutama yang berasal dari kalangan muda seperti siswa dan mahasiswa. 

Seperti sudah diketahui, objek dakwah perempuan lebih banyak daripada laki - laki, yang berarti ianya juga membutuhkan lebih banyak akhwat yang siap untuk diterjunkan untuk langsung membina mereka. 

Ada sebuah hal yang sangat kontras yang seringkali terjadi di lapangan (telah disinggung di atas). Permasalahan tak pernah jauh dari kekurangan kader akhwat untuk membina. 

Suatu waktu ada begitu banyak akhwat yang siap untuk membina dan bahkan sudah memegang beberapa kelompok binaan yang berjalan dengan baik. Lalu tiba saatnya sang akhwat menikah, kelompok itu entah ke mana. 

Tidak ada yang ngantar, suami lagi keluar kota, tempat terlalu jauh dari rumah, anak sakit dan alasan - alasan lain untuk berhenti menjadi pembina. 

Keadaan setiap orang memang berbeda, ia akan menjadi sama jika satu tujuan yang ingin dicapai. 

Kondisi seperti inilah yang membuat sedih ketika ada undangan dari akhwat untuk menikah. 

Akhwat menikah berarti mengurangi satu pembina 
Akhwat menikah berarti mengurangi jumlah pasukan di lini terdepan untuk pembinaan secara berkelompok
Akhwat menikah berarti organisasi kehilangan satu kaki tempat berpijak

Terkadang geli sendiri ketika para suami sibuk menghubungi untuk mencarikan pembina bagi siswa dan mahasiswa. Saat penyakit hati muncul, ingin berkata, "Lah istri - istrinya aja pak, masak sudah menikah tidak membina lagi"

Kemudian, ada yang nyeletuk, "Istri saya sedang membina mujahid/ah kami yang baru mohon doanya agar jadi anak sholeh/ah"

Atau, "Jangan bicarakan kondisi ideal karena antum belum berada di posisi tersebut"

*selalu dalam rangka meluruskan niat, memperbaharui semangat, agar sehat dan full manfaat 




Friday, 4 January 2013

Mahasiswa Keluhkan Fasilitas Kampus

 No comments   


TANJUNGPINANG - Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul 'Ulum Tanjungpinang mengeluhkan fasilitas kampus sebagai penunjang aktivitas belajar dan mengajar. Keluhan ini disampaikan dalam acara temu ramah bersama pimpinan STAI Miftahul 'Ulum, dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi - organisasi internal kampus.

"Kami berharap kampus mampu menyediakan fasilitas hotspot yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa, terutama dalam aktivitasnya menuntut ilmu. Hotspot yang ada sekarang, menurut saya masih tidak mencukupi kebutuhan mahasiswa," ujar Sang Aji, mahasiswa tingkat akhir jurusan Ekonomi Syariah.

Selain itu, mahasiswa juga menyatakan ketidaknyamanan atas toilet yang baru saja dibangun di sekitar lokasi mesjid kampus.

"Keran air yang dibuat tidak sesuai dengan yang seharusnya sehingga mahasiswa menjadi kesulitan dalam menggunakan toilet. Kami berharap sarana ini lebih diperhatikan demi kenyamanan mahasiswa yang belajar di kampus," kata Ulul Amri mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua STAI Miftahul Ulum, Pauzi menyampaikan bahwa memang telah terjadi miskomunikasi tentang pembangunan di lokasi.

"Insya Allah kita akan perbaiki kembali apa - apa yang dirasa kurang nyaman oleh mahasiswa," tutup pria asal Lingga tersebut.

Pihak STAI MU Didesak untuk Aktifkan HMJ

      No comments   

TANJUNGPINANG - Pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul 'Ulum Tanjungpinang didesak untuk kembali mengaktifkan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Desakan ini muncul dalam pertemuan antara pihak kampus, dosen dan mahasiswa dalam acara Temu Ramah yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Miftahul 'Ulum Tanjungpinang (31/12)

"Meskipun mahasiswa yang akan menjalankan organisasi HMJ ini, namun kampus harus memberikan dukungannya, jika perlu memberikan dorongan dan motivasi kepada para mahasiswa untuk bergerak melalui HMJ," ujar Zulkarnain, salah seorang dosen.

Seperti diketahui, Himpunan Mahasiswa Jurusan merupakan organisasi internal kampus yang mengkoordinir kegiatan mahasiswa di program studi masing - masing. SEkolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum Tanjungpinang yang sudah berdiri dari tahun 1989 saat ini memiliki tiga program studi antara lain Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi Syariah.

"Kita berharap dinamika kampus akan berjalan dengan baik," tutup dosen yang juga menjabat sebagai Kepala Perpustakaan STAI Miftahul Ulum tersebut.

Thursday, 3 January 2013

KAMMI Kepri Sosialisasikan Manhaj Kaderisasi

TANJUNGPINANG - Jelang akhir tahun, Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI)  Kepulauan Riau menggelar sosialisasi Manhaj Kaderisasi KAMMI yang dihadiri oleh puluhan kader KAMMI pada Minggu (30/12).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan Manhaj Kaderisasi KAMMI dengan tujuan agar para kader memahami arah pergerakan melalui pedoman yang telah disusun oleh Tim Kaderisasi KAMMI. 

"Manhaj ini merupakan panduan bagi kader KAMMI untuk mencapai Indeks Jati Diri Kader (IJDK) dalam rangka mewujudkan visi dan misi KAMMI serta tagline Muslim Negarawan." ujar Ivan Irifandi, Ketua Departemen Kaderisasi KAMMI Daerah Kepri. 

Manhaj ini telah mencakup seluruh aspek pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Melalui manhaj tersebut, kader mampu menyeimbangkan seluruh potensi yang ada di dirinya sehingga mampu menjadi model manusia muslim abad ini. 

Ada sepuluh hal yang menjadi titik poin dalam peningkatan kapasitas kader KAMMI yaitu aspek aqidah, fikrah dan manhaj perjuangan, akhlaq, ibadah, tsaqofah keislaman, wawasan ke-Indonesia-an, kepakaran dan profesionalitas, kemampuan sosial politik, pergerakan dan kepemimpinan serta pengembangan diri.

Untuk mencapai standar IJDK, kader KAMMI diharapkan dapat mengikuti seluruh proses yang ada. Pertama, madrasah KAMMI yang wajib diikuti oleh setiap kader tepat setelah Dauroh Marhalah 1 sebagai gerbang utama pengkaderan. Kedua manhaj tugas baca (mantuba) di mana kader wajib untuk membaca buku - buku yang telah direkomendasikan. Ketiga, silaturahim tokoh yang dilaksanakan secara berkelompok dengan topik yang berbeda setiap tokohnya. Keempat malam bina iman dan takwa (mabit. Kelima, dauroh atau training yang menambah skill kader di bidang yang ia minati. Keenam, junior camp, yaitu kegiatan berkemah yang lebih fokus untuk melatih fisik kader. Terakhir, pengkaryaan kader di mana para kader akan ditempatkan di organisasi - organisasi yang ada di kampus sesuai dengan minat dan bakat agar kemampuan tersebut terasah.

"Kita berharap Dinas Pendidikan Provinsi Kepri berkenan untuk mengkaji apa yang telah disusun oleh Tim Kaderisasi KAMMI sebagai bahan rujukan kurikulum yang mudah - mudahan dapat diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, khususnya Kepulauan Riau. " tutupnya.

Satu Semester

      No comments   
Seorang sepupu pernah berkata dengan tegasnya bahwa bekerja bukanlah untuk mencari muka di hadapan bos atau pun yang lainnya. Menurutnya bekerja adalah ajang untuk unjuk kebolehan, kemahiran, keterampilan dan kedisplinan. Melalui itu semua akan terpilih individu - individu yang unggul, yang tak hanya terampil dalam pekerjaan, juga hebat secara perilaku dan tentu memiliki kompetensi.

Rencana awal saat diminta untuk melamar ke pete adalah bekerja selama satu hingga dua bulan setelah itu berhenti. Untuk memenuhi keinginan orang tua agar tak menganggur di sela - sela kegiatan kuliah dan lainnya.  Tak disangka, sudah satu semester menjalani pekerjaan sebagai seorang admin yang hampir 9 jam berada di depan laptop membuat laporan ini dan itu. Sesekali keluar kantor untuk sedikit urusan di bank atau notaris.

Betah? Mungkin. Serasa menemukan keluarga baru karena dengan adanya beberapa tambahan di bagian pemasaran membuat kantor semakin ramai. Tidak seperti di awal, hanya berdua atau bertiga bahkan lebih sering sendiri di kantor.

Ujian paling tidak mengenakkan dalam sebuah pekerjaan adalah ketika atasan terlihat tidak gembira dengan hasil kerja atau merasa tidak puas dan lain sebagainya. Misalnya laporan yang salah, penampilan yang dianggap seperti anak sekolah, suka pakai ransel dan sepatu non-high heels. Yang lebih parah adalah ditengking di telpon.

Pernah suatu hari diminta untuk memindahbukukan bilyet giro ke rekening tertentu. Masalah dimulai dari clearing cek sehingga dana tak bisa dipindakan. Konfirmasi ke pihak bank rupanya salah no rekening. Awalnya tidak mengerti ketika dana tak bisa dicairkan sehingga harus bolak balik ke lantai dua dan menunggu antrian teller hampir 30 menit.

Hasilnya? Ditengking di telpon karena waktu sudah hampir pukul tiga, waktunya untuk kas di bank tutup. Yah apa boleh buat, no rekening yang bersangkutan tidak benar sehingga harus menunggu kiriman dari mereka.

Sedih? Kesal? Mungkin.
Di saat seperti ini pandangan dan perasaan positif harus lebih dikedepankan daripada mengumpat sana - sini, mengomel dalam hati yang sia - sia. Tarik napas dalam - dalam kemudian hembuskan dan insya Allah akan lebih tenang. Setelah itu melenggang dengan santai dan tak lupa untuk menyebarkan senyum ke orang di sekitar seraya sedikit menundukkan kepala seperti Legolas atau tokoh - tokoh dalam drama Joseon :)

Kena tengking itu biasa, menunjukkan kenaikan tingkat dalam pelaksanaan tugas (loh)