Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Tuesday, 28 August 2012

Tante atau.......?

 No comments   
Dia bilang itu kakaknya tapi buatku perempuan itu terlalu tua untuk jadi kakaknya, lebih cocok jadi tante. Entah, mungkin sodara terlalu banyak dan dia lahir belakangan jadi jaraknya jauh

Ada yang mengganjal buatku karena tingkahnya tidak bisa kusebut sebagai tante atau kakak. Kemarin kulihat dia sedang memijit kaki perempuan itu. Kemudian hari ini ketika bos datang tiba - tiba ia pun kaget bukan main.

Awalnya aku tak tahu jika tante - tante itu ada di belakang, saat mau ambil wudhu untuk shalat ashar baru aku melihat mereka ada di belakang. Sedang tiduran di sofa

Huft.... Harus berpikiran positif

I'll be There - Julie Anne San Tose

      No comments   
First time I laid my eyes on someone like you
I can’t forget the hour, that moment with you
Then I have realized, love is growing deep inside
I feel the beating of my heart

Chorus:
Coz’ every day, every night, I keep looking at the skies
And I’ll pray that someday you will wake up in my arms
And love will never end
We belong together, always and forever
Call my name and I’ll be there. . . . .

Spending my days and nights just thinking of you
How you make me wanna smile with the things that you do
When will I hear you say, love is coming on your way
And that you start to feel the same
[ From : http://www.elyrics.net/read/j/julie-anne-san-jose-lyrics/i_ll-be-there-lyrics.html ]
Coz’ every day, every night, I keep looking at the skies
And I’ll pray that someday you will wake up in my arms
And love will never end
We belong together, always and forever
Call my name and I’ll be there

Friday, 24 August 2012

Sekali Lagi, Tentang Jilbab

 No comments   

Alloh berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu adalah baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Allohlah yang Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (Al Baqoroh : 216).

Memakai jilbab adalah perintah Allah dalam QS. Al Ahzab : 59 dan An Nur : 31 di mana ayat ini dengan jelas dan tegas menggambarkan cara muslimah mengenakan jilbabnya

1. Menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan
2. Tidak berbahan tipis dan tidak tembus pandang sehingga memperlihatkan kulit tubuh
3. Tidak ketat sehingga memperlihatkan lekuk tubuh
4. Tidak menyerupai pakaian laki - laki
5. Tidak berwarna yang mencolok
6. Bukan pakaian untuk mencari popularitas
7. Tidak diberi wewangian

Nah khusus untuk kepala, rambut tidak boleh dikumpulkan dalam satu gulungan sehingga membentuk sanggulan tinggi.

“ Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini (jauhnya).” (HR. Muslim)

Semua tahu bahwa perempuan senang diperhatikan dan dilihat, karena itu muncullah pakaian muslimah dalam bermacam mode yang belakangan menjadi salah kaprah karena bertentangan dengan cara berpakaian muslimah yang benar, sesuai Al Quran dan sabda Rasul.

Apalagi meninggikan sanggulan rambut sekarang adalah hal yang tren dan dianggap keren. Kemudian, pakaian muslimah hasil rancangan designer terkenal semakin mencengangkan umat Islam karena muslimah disajikan pakaian yang tidak syar'i sama sekali.

Na'udzubillah jika hanya karena ingin mengikuti mode dan terlihat keren banyak muslimah yang rela untuk tidak masuk surga, bahkan enggan untuk mencium baunya.

Mari ke arah yang lebih baik karena tak ada yang tau kapan kematian akan datang untuk menjemput. Bagi yang belum berjilbab, maka sekaranglah saatnya untuk hijrah besar - besaran menuju kampung akhirat yang lebih baik

#karena hanya sedikit yang melangkah di jalan kebaikan, maka masuklah dalam golongan tersebut

Wednesday, 15 August 2012

Life After Quit

 No comments   
Statusnya yang dulu adalah guru Taman Kanak - kanak memberikannya satu nilai plus yang hingga hari ini masih saja berlangsung. Dulu ketika masih di sekolah itu, setiap bulannya kepala sekolah mendatangkan ustadz yang juga pengurus yayasan untuk mengisi pengajian rutin. Memang ada kebijakan yang diterapkan di sekolah bahwa setiap guru wajib mengikuti kajian rutin tiap minggu. Sebulan sekali kajian rutin diisin oleh ustadz tersebut. Alhamdulillah selalu ada hikmah yang bisa ia petik dan menjadi bekal perjalanan, baik sebagai guru maupun mahasiswa dengan berbagai aktivitas.

Ada satu pesan yang selalu berulang - ulang disampaikan oleh ustadz tersebut setiap pertemuan. Beliau mengingatkan para guru untuk senantiasa bersyukur dan bangga menjalani profesi sebagai pendidik anak - anak di usianya yang dini. Inilah kesempatan mereka para guru untuk menanamkan nilai - nilai keislaman yang bisa jadi tidak sempat dilakukan oleh orang tua anak - anak itu. Beliau selalu mengingatkan untuk memanfaatkan peluang ini karena tidak semua orang beruntung mendapat kesempatan tersebut. Guru dengan posisinya sebagai pendidik telah menciptakan jalan menyebarkan ilmu yang bermanfaat di mana semoga apa yang kami ajarkan itu menjadi amalan yang tak pernah putus meskipun kami tak lagi di dunia ini (teriring doa untuk seorang guru di sekolah itu yang telah lebih dulu dipanggil Allah).

Angkatan 2009 adalah angkatan yang memiliki arti bagi dirinya saat itu. Di tahun itu, ia diamanahi oleh kepala sekolah untuk menjadi guru kelas TK Besar dengan jumlah siswa hampir 40 orang. Ia memiliki 2 orang guru pembantu untuk membantunya menjalankan kelas setiap hari. Jumlah 40 untuk ukuran kelas anak - anak dengan umur 5 hingga 6 tahun bukanlah hal yang mudah. Ia tidak boleh memarahi mereka untuk membuat mereka mendengarkan apa yang akan ia katakan di pagi dan siang hari sebagai pembuka serta penutup kegiatan. Kadang ia lepas kendali dan memarahi mereka sejadi - jadinya hingga ketakutan itu terpancar dari mata anak - anak polos itu. Besar penyesalannya setelah memarahi mereka, namun anehnya besok anak - anak itu kembali tersenyum seolah lupa bahwa ia pernah marah.

Setelah ia berhenti mengajar, ia menemukan bahwa menjadi guru adalah hal terindah di dunia. Bagaimana tidak, ia pikir anak - anak itu sudah melupakan bahwa ia pernah menjadi guru mereka. Pernah menjadi bagian hidup mereka yang selalu bergerak ke sana kemari untuk mengajari mereka senam sehat ceria. Menjadi bahan tawa mereka saat ia membuat mimik yang menggemaskan sesuai dengan dongeng yang ia bawakan setiap hari Sabtu.

Yang lebih membuatnya terharu adalah orang tua para anak - anak itu ternyata tidak lupa pada wajahnya meskipun berat badannya bertambah. Kotanya yang tidak besar memungkinkan ia untuk bertemu dengan beberapa orang tua dari 40 murid di berbagai tempat yang tidak ia sangka.

Kadang ia bertemu dengan mereka di jalanan, berpas - pasan kemudian saling membunyikan klakson dan melambaikan tangan. Pernah ia bertemu di rumah sakit, sejenak ragu ingin menyapa namun ternyata ia disapa terlebih dulu, "Ummi.....apa kabar?" kemudian sang ibu bercerita tentang putranya yang selalu juara. "Makasih ya Ummi, doain Rizal juara terus".

Kadang tidak disangka ia bertemu orang tua murid itu ketika tak sengaja makan di rumah makan, rupanya si pemilik kedai bapaknya si A. "Lanjut aja Ummi ini kita yang traktir".

Suatu hari saat ia berada di lokasi KKN yang jauh dari kota, tiba - tiba ia mendengar ada yang memanggilnya. "Ummi, tinggal di sini? Gimana kabarnya sekarang?". Ia hanya sumringah, tak menyangka akan bertemu dengan bapak itu, yang selalu telat menjemput anaknya karena pekerjaan berat yang ia jalani, namun selalu menuai senyum dengan wajah lelah. Ahh, pasangan muda dengan jalan hidup keras.....

Indahnya kehidupan menjadi guru, tak hanya ilmu yang bisa ia bagikan dengan harapan bisa bermanfaat bagi yang menerima, tapi ia tak pernah menyangka bahwa silaturahim yang terjalin di antara ia, anak - anak juga para orang tua masih berlangsung hingga hari ini....

Semoga mereka juga mengingat rekan kerjanya yang sudah terlebih dahulu berpulang ke rahmatullah pada 2010 lalu karena sakit. Semoga Allah mengalirkan rahmatNya padamu....

Tuesday, 14 August 2012

Para Rekan Kerja

 No comments   
Sebulan menjalani pekerjaan barunya ada beberapa hal yang kadang membuatnya risih dan berpikir untuk berhenti secepatnya.

Rekan kerja yang semuanya adalah laki - laki, hanya managernya yang perempuan. Itupun datang hanya sekali atau dua kali dalam seminggu karena ia tinggal di pulau seberang. Mereka digabungkan dalam satu tim kerja untuk mensukseskan pembangunan perumahan yang menjadi proyek perusahaan tersebut. Tiga laki - laki dan ia sendiri perempuan. Laki - laki pertama berumur sekitar 45 tahun, kurus tinggi. Dia kadang tinggal di kota ini, kadang harus pulang ke pulau seberang tempat anak dan istrinya tinggal. Pada awalnya ia merasa senang pada orang tua yang seumuran dengan ayahnya tersebut, namun memasuki bulan Ramadhan ia mulai tidak menyukai beberapa hal yang beliau lakukan. Seperti tidak berpuasa dan setiap kali menelpon entah siapa selalu pake kata - kata kotor. Ouchh... Plis deh pak

Dibalik itu semua, dia selalu senang jika Bapak Kurus datang dari pulau seberang untuk ngecek lokasi proyek. Alasannya, dia tidak harus lagi hanya berdua di dalam kantor itu. Rekan yang kedua adalah mahasiswa yang seumuran, di awal dia bekerja dulu mahasiswa itu selalu minta dicarikan pacar. Hhhh entah apa yang dipikirkan oleh mahasiswa itu. Yang ia senangi dari anak itu adalah kenyataan bahwa dia bisa memasak karena jurusan tata boga yang diambilnya ketika SMK. Anaknya tidak pernah macam - macam, tergolong anak baik - baik. Tapi hanya berdua dengan anak itu membuat ia risih dan memohon petunjuk apakah ini memang pekerjaan yang benar - benar diridhoi.

Yang ketiga adalah Bapak Gendut yang tidak jelas kapan jam kerjanya, apa job descnya dan sebagai apa ia di kantor tersebut. Kadang dalam satu minggu ia hanya datang tiga hingga empat kali. Itupun tidak lebih dari tiga jam, selebihnya ia pergi entah ke mana. Awalnya ia senang dengan Bapak Gendut karena dia satu - satunya sholat di antara semua rekanan. Namun kadang gayanya yang seperti bos membuatnya kesal.

Managernya, sepertinya adalah seorang wanita karier yang mengerikan. Terbukti dari bunyi sepatu dan tatapan matanya. Perempuan itu jika berjalan membuat jantungnya berdegup lebih kencang. Ia membandingkan dengan bos yang dulu ketika masih mengajar di TK, tidak lebih menakutkan dari sang perempuan. Huft.... kadang ia harus sibuk menenangkan hati ketika mendengar kabar jika perempuan tersebut datang dari pulau seberang

Tim kecil dengan orang - orang yang luar biasa menurutnya. Seperti apapun karakter mereka ia berharap mereka semua bisa bekerja sama dan saling membantu, juga saling mengingatkan jika ada hal - hal yang belum ia pahami.


Bekerja

 No comments   
Tak mungkin!!
Ia baru saja membayangkan sebuah liburan panjang dengan bersantai seharian di rumah sambil melanjutkan tugas akhir kuliahnya. 

Entah untung atau tidak, dua hari setelah KKN nya selesai, ia langsung bekerja di sebuah perusahaan developer tak jauh dari rumah. Dengan penawaran gaji yang lumayan dan kerja yang tidak berat ia menerima dengan berat hati. Awalnya ia pikir ini untuk menyenangkan hati orang tua, lagipula dirinya malu jika harus bergantung terus menerus pada orang tua. Umur 22 tahun bukanlah usia yang pantas lagi untuk ditanggung seluruh biaya kehidupannya. 

Dulu ia pernah bekerja sebagai guru TK sekaligus guru mengaji di tempat yang sama. Sayang mengajar di TK tak semulus dugaannya. Banyak intrik dan kelelahan hingga mencapai titik jenuh, akhirnya hanya bertahan selama 3 semester masa kuliah ia di sana. Selanjutnya ia hanya fokus mengajar mengaji sembari privat di beberapa tempat. Gaji yang didapat lumayan untuk diri sendiri. Kadang setengahnya ia berikan pada orang tuanya sebagai tambahan modal usaha warung kecil di rumah. 

Ia benar - benar vakum mencari nafkah setelah diamanahi untuk memimpin organisasi internal di kampus. Uang bulanan dan biaya kuliah entah datang dari mana, yang ia yakini Allah sudah mengatur rezekinya. 

Dan sekarang inilah dia, mencoba bekerja menjadi orang kantoran dengan jadwal rutin dan membosankan namun hanya dijalani dengan sempurna.

Moga langkahnya diridhoi
Oh ya jika pekerjaan ini mengganggu pengerjaan tugas akhirnya, maka ia sudah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan tersebut.