Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Sunday, 24 April 2011

Satu Untuk Semua

      No comments   
Huft… saya kembali menulis. Setelah sekian lama vakum dari dunia penulisan hahahha….. Gak betah juga lama – lama mendekam dibalik computer tanpa menulis apapun (alah gaya, yang ada fesbukan terus  :p)

Okelah kalo begitu teman – teman yang berbahagia, kemunculan kembali seorang Nurul Azizah dalam dunia tulis menulis ( walaupun lebih sering menulis sesuatu yang gak jelas ) diawali dengan catatan saya saat menghadiri pelantikan organisasi ekternal kampus yang sudah lama malang melintang di dunia persilatan hehhehe maksudnya kemahasiswaan.

Well sebelumnya saya mau minta maaf nih jika tulisan ini agak – agak nyeleneh gitu, tapi ya begitulah saya, suka nyeleneh. Orang yang hidup dengan saya nantinya harus benar – benar sabar menghadapi saya hohohoho….
Pada hari minggu kuturut ayah ke kota eh bukan ding hehehehe…. ( Please deh, stop joking!! ). Maaf saudara – saudara, mari kita lanjutkan perbincangan ini dengan serius ehem ehem…!!

Minggu lalu tepatnya 17 April 2011 ( wah saya rasa kader HMI bisa terbantu mengingat tanggal pelantikannya hehehhe….) saya datang ke aula asrama haji untuk menghadiri pelantikan HMI Cabang Tanjungpinang – Bintan periode 2011 – 2012. Buru – buru karena takut terlambat, akhirnya saya ngebut di jalanan, begaya.com. Ternyata acara belum dimulai walaupun jam saya sudah membuat jantung saya berdebar – debar (hubungannya apa toh antara jam dan jantung? )

Di tempat kejadian perkara ( criminal kaleeee, okay stop joking! ) saya menemukan beberapa orang wartawan ( kayaknya sih gitu dilihat dari penampilannya ) yang rupanya sudah stand by dari tadi. Wah kasihan juga nih wartawan nungguin dari tadi. Saya lihat ada yang mau pergi langsung deh saya sapa,

"Loh bang mau ke mana? Acaranya kan belum mulai, gak jadi ngeliput?"
"Iya mbak ( eh bilangnya mbak atau dek ya? hehhehe ), saya mau nyari sarapan dulu, belum makan"
"Oooh iya deh"

Itulah dialog singkat saya dengan bang wartawan ntah sapa. Kasihan juga tu orang. Haduh, yang penting saya masuk dulu.

Nah kejadian selanjutnya tak perlu lah saya ceritakan, mari kita masuki sesi berikutnya. Yap!
Pukul 10.00 WIB barulah acara dimulai setelah para ‘undangan’ berdatangan entah darimana hohohoho ya dari rumahnya lah Nurul!! ( mulai gak jelas nih yang nulis )

Setelah pembukaan begini begitu dan pengucapan janji para pengurus di hadapan seluruh hadirin tibalah saat perpisahaaaaan ( huahahaha nyanyi lagi ). Maksud saya acara kata sambutan yang pertama dari ketua demisioner, Kakanda Ahmad Nur Affendi ( duh klo namanya salah tolong diralat) yang berpesan bahwa masih banyak tugas – tugas yang harus diselesaikan HMI Cabang Tanjungpinang – Bintan ke depannya.

Nah lanjut dengan Ketua HMI Cabang Tanjungpinang – Bintan yang baru, Agus Suryadinata ( sori lagi nih kalo namanya salah ). Wah gak banyak yang bisa disampaikan selain ucapan terima kasih dan permohonan agar kepengurusan HMI ini ke depannya mendapat bimbingan dari para pendahulu – pendahulu mereka. Wah alumninya lumayan rame lho yang datang *wajah polos.

Selanjutnya kata sambutan dari Pengurus Besar HMI, Rizal Akbar Tanjung, benar – benar saya catat dengan sebaik – baiknya. Apa yang disampaikan?

Hal pertama yang disampaikan oleh Kakanda Rizal ini bahwasanya dewasa ini HMI tengah mengalami degradasi moral dan intelektual. Hal ini terbukti dari kemiskinan sikap kader HMI dalam menyikapi kebijakan – kebijakan pemerintah, khususnya pemerintah local yang tidak berpihak kepada rakyat dan cenderung menghambat kemajuan bangsa. Dikatakan oleh Kakanda Rizal bahwa ini berbanding terbalik dengan apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu di HMI, baik tingkat nasional maupun daerah.

Di pengurusan yang baru ini banyak sekali harapan yang digantungkan di antaranya agar  terus bekerja keras dan bersungguh - sungguh dalam menjawab tantangan HMI di masa yang akan datang. Kepada pengurus HMI Cabang Tanjungpinang – Bintan periode 2011 – 2012 Kakanda Rizal berpesan :
  1. Menjaga independensi organisasi, di mana independensi merupakan asset HMI yang paling berharga sebagai organisasi mahasiswa. Jangan sampai mudah dipengaruhi oleh orang – orang yang memiliki kepentingan eksternal sehingga dapat mengganggu kerja – kerja organisasi. Agenda ke depan haruslah focus pada tujuan organisasi di mana visi besar HMI yaitu. Dengan demikian dapat mengurangi konflik – konflik internal.
  2. HMI merupakan organisasi yang mengedepankan intelektualitas sebagai modal utama dalam pergerakannya. Dikatakan bahwa pasca kepemimpinan Nurcholis Majid, gerakan HMI berubah menjadi political oriented sehingga agenda pengkaderan menjadi dikesampingkan. Pesan Kakanda Rizal agar ke depannya HMI Cabang Tanjungpinang – Bintan mampu menciptakan kader – kader yang berkualitas dan memiliki intelektual tinggi.
  3. Yang terakhir yang disampaikan ialah agar HMI Cabang Tanjungpinang – Bintan mengembangkan sikap kritisnya yang sangat diperlukan dalam rangka menjalankan perannya sebagai civil society yang menjadi control sosial terhadap kebijakan – kebijakan pemerintah. Di samping itu, pesannya, daya kritis mestilah disertai tawaran solusi yang bijak untuk memecahkan masalah.
Sementara itu, Ketua KAHMI Kepri, Surya Makmur Nasution juga berpesan janganlah permasalahan biaya dijadikan alasan untuk tidak berbuat apa – apa. Para alumni HMI berpotensi untuk dijadikan sumber dana abadi bagi organisasi asalkan komunikasi dan silaturahim terjalin dengan baik. Untuk itu lah diharapkan pengurus ke depannya melakukan pendekataan – pendekatan kepada para alumni.

Disadari oleh Surya MN (singkatan gini mudah – mudahan dimaafkan) intelektual kader HMI hari ini jauh tertinggal jika dibandingkan dengan yang dulu. HMI di masa yang akan datang mesti lebih baik dan menjadikan pemerintah sebagai partner, jika tidak maka HMI akan sama saja dengan BEM (duh kena!) dan organisasi eksternal lainnya.


Duh ngos – ngosan nih… Kok jadi serius gini ya pembahasannya --“


Jadi begitulah kawan – kawan hasil catatan saya ketika menghadiri undangan pada hari itu. Wah semoga semangat rekan – rekan di HMI makin membara untuk membangkitkan kembali salah satu organisasi mahasiswa yang punya jaringan di seluruh Indonesia ini.

Baidewei nih ya, catatan ini saya buat dengan sebaik mungkin dengan data – data otentik yang ada di buku catatan saya, kalo gak percaya bisa hubungi saya, ntar diliatin hahahha…… Berusaha professional dalam menuliskan setiap kata di catatan ini supaya gak SARA. Huahaha…

Yaa gitulah, hobi gak jelas, tiap nulis yang ditulis catatan pertemuan melulu, gak pernah bikin catatan solutif untuk satu permasalahan. Hehehhe… yang penting tiga halaman :p

Eh mumpung ingat, kenapa judulnya Satu Untuk Semua?? Soalnya pesan – pesan yang saya dapatkan dari pertemuan ini bukan Cuma buat HMI tapi juga buat organisasi mahasiswa yang lain. Mau BEM, PMII, KAMMI, GMPI, GMNI, HMKN, HMKK, IMKL, KNPI, KAPMEPI atau aaaaaaapa saja nama organisasinya, ni pesan benar – benar harus dilaksanakan. HARGA MATI!! (duh jadi marah – marah kesannya ).

Okelah kalo begitu seginilah yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika ada kesalahan, tolong jangan lapor polisi ( dasar tak jelas!! )

Monday, 11 April 2011

HMI dan KAMMI

      No comments   
1. Yuk mulai kultwit ttg #HMI & #KAMMI. Ini demi memenuhi request dr bbrp teman. Smg ada manfaatnya
From: @ThinkWL
Sent: 9 Apr 2011 21:02
2. Kebetulan pas S1 saya ikut #HMI & S2 masuk #KAMMI. Smg bisa berikan komparasi yg adil & seimbang Cc @kammi_ugm
3. Bagi yg blm tahu, #HMI: Himpunan Mahasiswa Islam. #KAMMI: Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.
4. #HMI didirikan Lafran Pane dkk di Yogyakarta th 1947. Krn itu HMI dikenal sbg ormas mhs tertua di RI.
Fahrihamzah RT
5. #KAMMI didirikan di Malang pd 1998, pasca ambruknya rezim Orde Baru Soeharto.
6. #KAMMI didirikan oleh para aktivis masjid kampus yg tergabung dlm Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FORSIL LDK).
7. Baik #HMI maupun #KAMMI sama2 berasas Islam, meski ke2nya memiliki ekspresi politik & relijius yg agak berbeda.
8. #HMI secara historis acap dianggap sbg anak umat, punya hubungan aspiratif dg Partai Islam Masyumi.
9. Masyumi pada masanya sempat dikenal sbg satu2nya partai Islam & punya anggota yg bersifat organisasi. #HMI #KAMMI
10. NU, Muhammadiyah, Persis, dan semua ormas Islam yg penting, jadi anggota Masyumi. Itulah mengapa #HMI disbt anak umat.
11. Di #HMI, mahasiswa NU & Muhammadiyah bisa bersatu tanpa hrs saling meninggalkan ciri khas masing2.
12. Suasana di #HMI itu tentu beda dg Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) atau Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yg NU.
13. Bahkan di #HMI, mahasiswa Muslim bermazhab Syiah atau Ahmadiyah diterima sama baiknya dg Muslim sunni ala NU-Muhammadiyah.
14. Suasana tasamuh (toleran) & pluralis terbangun apik di #HMI. Tak cuma ke Nonmuslim tapi juga ke kelompok Muslim yg berbeda.
15. Jikapun ada friksi antara #HMI dg IMM atau PMII, biasanya hanya dlm konteks persaingan berebut kursi senat/dewan mhs.
16. Jadi bukan friksi dlm konteks fanatisme agama, mazhab, aliran, atau soal NU/Muhammadiyah. #HMI
17. Ideologi #HMI mulai tertata lebih sistematis sejak PB HMI dipimpin oleh Nurcholish Madjid (Cak Nur).
18. Islam yg dipeluk #HMI sbg asas atau ideologi diderivasikan mjd tafsir yg lbh sistematis, operasional, dan kontekstual.
19. Tafsir atas Islam yg jadi rujukan #HMI itu yg lalu dikenal sbg Nilai Dasar Perjuangan (NDP)/Nilai Identitas Kader (NIK).
20. Cak Nur arsitek utama di balik naskah NDP/NIK yg jadi rujukan kaderisasi #HMI. Cak Nur ideolog utama HMI Cc @anasurbaningrum
21. Maka anak2 #HMI biasanya amat akrab dg ide2 Islam yg moderat, pluralis, dan inklusif ala Nurcholish Madjid.
22. Posisi Cak Nur bagi anggota #HMI ibarat Hasan al-Banna atau Yusuf Qardhawi bagi anak2 #KAMMi.
23. #HMI amat menjaga independensi organisasinya, terutama terkait politik. Independensi ibarat kata sakral bagi kader HMI.
24. Maka selama jadi pengurus #HMI, seorg mhs dilarang terlibat aktif dlm politik praktis. Setelah alumni baru boleh berkiprah.
25. Independensi #HMI tersurat dlm AD/ART HMI dan secara konsisten dijaga dr waktu ke waktu.
26. Independensi #HMI hasilkan alumni yg terdiferensiasi scr politik. Mereka ada di Golkar, Demokrat, PPP, PAN, PDIP dst.
27. Nah beda dg #HMI, #KAMMI punya hubungan aspiratif dg PKS, Jamaah Tarbiyah, maupun Ikhwanul Muslimin, Mesir Cc @Fahrihamzah
28. Seperti PKS atau Jamaah Tarbiyah, #KAMMI banyak merujuk ide2 tokoh2 Ikhwanul Muslimin (IM) Mesir.
29. Buku2 tokoh Ikhwan (IM)seperti Hasan al-Banna, Sayyid Qutb, atau Yusuf Qardhawi jadi rujukan kader2 #KAMMI.
30. Hasan al-Banna guru & pengikut tarekat yg dirikan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Sayyid Qutb: ideolog Ikhwan.Ke2nya alm.#KAMMI
31. Yusuf Qardhawy intelektual-ulama terkemuka Ikhwan yg kini masih hidup. Qutb garis keras, al-Banna, Qardhawy moderat. #KAMMI
32. Bila dlm kaderisasi #HMI diajarkan materi2 ttg keindonesiaan/Pancasila, di #KAMMI sama sekali tidak.
33. Kaderisasi #HMI lebih menekankan penguasaan wacana, sehingga dihasilkan kader intelektual-ulama (ulil albab).
34. Kaderisasi #KAMMi lebih pentingkan pembinaan akhlak, loyalitas (thaat) pd pimpinan & kurang pentingkan penguasaan wacana.
35. Kaderisasi #KAMMI memakai logika "jundullah" (prajurit Allah), shg cenderung hasilkan kader sami'na wa atho'na (yes men).
36. So,ada guyon: ada 5 mhs #HMI bisa ada 10 pendpt (saking ngeyelnya). Ada1000 mhs #KAMMI cuma ada 1 pendpt, pendpt ustadnya :)
37. Jadi dlm hal wacana spt Islam&demokrasi, Islam&HAM, Islam&kesetaraan gender, Islam&pluralisme, #HMI menang atas #KAMMI.
38. Tapi dlm hal akhlak atau implementasi ajaran Islam dlm kehidupan pribadi sehari2, kader2 #KAMMI lbh terjaga drpd #HMI.
39. Krn tak adanya materi keindonesiaan dlm kaderisasinya, terasa sekali semangat nasionalisme kader2 #KAMMI memprihatinkan.
40. Mhs2 #KAMMI tampak lbh mudah empati kpd tewasnya seorg warga Gaza, Palestina, drpd TKW/buruh WNI yg juga mati dianiaya.
41. Pergaulan mhs2 #KAMMI di kampus juga terasa eksklusif. Mereka suka berkumpul sesamanya saja dlm segala aktivitas.
42. Pergaulan eksklusif #KAMMI tadi sbg implikasi dr konsep "ikhwan-akhwat" yg dirujuk dr tradisi Ikhwanul Muslimin.
43. Sesama #KAMMI dianggap sbg akh/ikhwan/akhwat (saudara), sdg mhs muslim di luar itu hanya sbg "hanif" atau awam.
44. Hubungan sosial yg eksklusif itu hasilkan militansi kader dan soliditas ke dlm #KAMMI, tapi munculkan resistensi dr luar.
45. Persepsi yg tempatkan mhs muslim di luar #KAMMI sbg "hanif"/"awam" itu timbulkan perasaan "outgroup" & merendahkan.
46. Kaderisasi intensif #KAMMI dilakukan dg sistem liqo (sel) yg bersifat rahasia. Satu sel terdiri 5-6 kader dg 1 murabbi/senior.
47. Ini beda dg #HMI yg lakukan kaderisasi serba terbuka, via basic training atau up grading dan tanpa sistem sel spt #KAMMI.
48. Tapi akibatnya, massa #HMI tampak lebih cair, sulit digerakkan secara militan spt #KAMMI, dan masing2 kader merasa independen.
49. Fasilitator (murabbi) liqo2 utk kader2 #KAMMI tadi biasanya kader senior atau ustad2 PKS/Jamaah Tarbiyah.
50. Akibatnya,meski AD/ART KAMMI tegaskan diri sbg ormas independen,prakteknya sehari2 #KAMMI lebih tampak sbg kaki tangan #PKS.
Hmm itu dulu ya Tweeps kultwit ttg perbandingan HMI dan KAMMI. Udah capek nih jempol n mata. Insya Allah dilanjut besok mlm.