Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Wednesday, 21 July 2010

Learning English by Music

      No comments   

-->
Learning english by music,why not???

Yap, inilah yang seharusnya dilakukan oleh pelajar – pelajar untuk mempermudah mereka dalam belajar bahasa Ingrris. Belajar bahasa inggris di sekolah saja tidaklah cukup. Kadang kita membutuhkan kursus tambahan agar kemampuan lebih berkembang dan biasanya di tempat kursus akan lebih mudah mempelajarinya. Namun bagaimana dengan kita yang tidak mempunyai cukup biaya ataupun waktu untuk kursus? Tentunya adalah pilihan yang sulit. Dan terkadang ini yang menghambat seseorang untuk memperdalam bahasa inggris. 

            Beberapa cara yang dulunya pernah penulis lakukan adalah dengan sering mendengarkan lagu – lagu dalam bahasa inggris. Melalui lagu, kita bisa menguasai beberapa skill dalam bahasa inggris di antaranya adalah listening, speaking, reading. Ketiga skill ini sebenarnya saling berhubungan, tapi penulis akan mencoba memberikan penjelasan singkat.

            Dengan seringnya kita mendengar lagu tersebut, berarti kita akan terbiasa dengan kata – kata dalam bahasa inggris. Kita akan menghilangkan rasa canggung dengan kata – kata yang sebagian besar orang berkata bahwa itu adalah kata – kata asing yang tidak jelas juntrungannya. But remember, alah bisa karena biasa. 

            Selanjutnya ketika sudah sering listening, akan muncul gerakan speaking. Kita akan mulai mengucapkan kata- kata tersebut saat lagu dimainkan. Bukankah ini akan memunculkan kebiasaan mengucapkan kata – kata dalam bahasa inggris? Speaking menurut penulis tidak hanya menguasai percakapan resmi seperti yang ada di buku – buku panduan berbahasa inggris, tapi lebih pada seberapa berani kita mengucapkan kata – kata tersebut. Nah melalui music, kita sudah berusaha untuk mengucapkannya walaupun masih terdapat kesalahan. 

            Meskipun pada awal pengucapan kata- kata yang diucapkan tidak sama dengan yang sebenarnya, namun ini adalah awal latihan kita.

            Kemudian dari listening dan speaking keinginan selanjutnya yang akan muncul ialah rasa ingin tahu kita akan lirik lagu tersebut. Usaha untuk mencari lirik pastinya akan timbul. Dan di sinilah reading akan berbicara. Kesalahan- kesalahan dalam pengucapan akan diperbaiki dengan sendirinya. 

            Jika kita sudah melewati ketiga tahapan di atas otomatis kemampuan kita yang lain juga akan bertambah. Sekarang kita sudah mendapatkan kosakata baru dan cara membaca yang benar. Kita tak perlu lagi membuka kamus Oxford untuk mengetahui cara baca kata tersebut karena kita telah mendengarnya secara langsung. Pelajaran pronunciation sudah kita dapatkan sendiri. Dan kita tidak akan kesulitan lagi saat menemukan kata – kata baru yang belum pernah kita ucapkan sebelumnya karena kita sudah mengetahui teknik pronunciation melalui music.

            Seterusnya, ketika kita diminta untuk menuliskan kata – kata yang didengar kata sulit tidak akan pernah lagi keluar dari bibir kita, hal tersebut tak lagi jadi momok. Mendengarkan, mengucapkan, membaca, kemudian menuliskannya kembali akan menjadi lebih mudah. Karena itulah music adalah salah satu cara paling efektif dalam mempelajari bahasa khususnya bahasa inggris. If you are good at learning music, you wil be good at learning languages.

            Terakhir, orang – orang sering mengatakan bahwa practice makes perfect yang artinya semakin sering anda berlatih maka akan semakin mahir anda dalam melakukan sesuatu. Tidak demikian bagi penulis. Bagi penulis, practice makes you brave. Ketika kita semiakin sering melakukan sesuatu, khususnya dalam bahasa inggris, maka akan semakin berani kita dalam menggunakannya. So, menjadi mahir melakukan sesuatu berawal dari keberanian kita melakukan sesuatu tersebut. Selamat mencoba!

Tanjungpinang, 21 Juli 2010
In Improving My English





Berikut rekomendasi penulis untuk lagu-lagu yang bisa didengar pembaca untuk improve kemampuannya :
  1. Lagu – lagu yang dinyanyikan oleh boyband ( westlife, backstreetboys, A1, O-town, Boyzone, dan lain – lain )
  2. Music yang tidak terlalu keras seperti yang sering dimainkan oleh Linkin Park, Limp Bizkit, dan grup band aliran rock alternative lainnya.
  3. Meski anda menyukai music rock, cobalah belajar dari lagu – lagu mellow karena biasanya kata – katanya diucapkan dengan jelas.

Wednesday, 14 July 2010

Tulisan Tanpa Judul

 ,      No comments   
Kepada mujahid benteng kebenaran
Slalu rindu akan lahir kajayaan
Kepada pewaris tahta nan gemilang
Menapak tegak menyongsong masa depan

Lirik lagu Senandung Benteng Kebenaran di atas sejatinya mampu membangkitkan semangat sesiapa saja pendengarnya terutama orang – orang yang sudah menceburkan diri ke dalam kegiatan dakwah. Dakwah. Apa itu dakwah? Apa yang kita ketahui tentang dakwah? Dakwah seperti apa yang kita lakukan? Atau benarkah kita saat ini sedang berdakwah?

Well, penulis tidak akan berpanjang lebar tentang dakwah. Dakwah hanya akan dipahami oleh orang – orang yang benar - benar terjun dan konsisten dengan apa yang dilakukannya dari awal hingga akhir tanpa mengenal kata lelah untuk membela kepentingan agama Allah.

Pernah mendengar kisah perang Tabuk? Penulis juga bukan ingin mengupas perang Tabuk, namun cerita dibalik perang tersebut. Ketika Rasulullah dan pra sahabat berangkat untuk berperang, ada tiga orang yang tidak mengikuti mereka. Mereka bukanlah orang – orang munafik. Tidak ada uzur pula yang memberikan mereka keringanan untuk tidak ikut perang.

Setelah Rasulullah pulang dari peperangan, beliau memerintahkan para sahabat untuk tidak berbicara kepaa ketiga orang tersebut. Salah satu dari mereka ialah Ka’ab bin Malik. Ia tidak ikut peperangan adalah karena ia menunda kebarangkatannya bersama Rasulullah padahal ia memiliki kendaraan. Betapa sedihnya ia ketika tak seorang pun yang mau berbicara padanya. Bahkan tak lama kemudian keluar lagi perintah Rasulullah agar ia menjauhi istrinya. Semakin perih hatinya. Ia merasakan benar bagaimana bumi yang ia pijak menjadi sangat sempit. Selama berpuluh – puluh hari ia seperti hidup di sebuah negeri asing, karena tak seorang pun yang mau berbicara padanya. Bahkan sepupu yang sangat dicintainya pun, Abu Qatadah juga tidak bicara pada Ka’ab bin Malik.

Setelah lima puluh hari, ketika Ka’ab bin Malik selesai sholat Subuh sendirian di atas bukit, ia mendengar seseorang berteriak kepadanya. Betapa gembira Ka’ab bin Malik seketika itu juga. Rasulullah telah mencabut hukuman baginya dan Allah pun telah menerima taubat ia dan kedua orang tidak ikut perang Tabuk beberapa waktu lalu. Rasa syukur itu pun ia buktikan melalui shadaqoh seluruh hartanya untuk agama Allah, tapi Rasulullah memintanya untuk menahan hartanya. Ka’ab bin Malik tetap mengeluarkan shodaqoh seluruh hartanya dengan meninggalkan hartanya yang di Khaibar.

“ Sesunggunya Allah telah menerima taubat Nabi, orang – orang muhajirin dan orang – orang anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hamper berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka, dan tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat)mereka hingga apabila bumi menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepadaNya saja. Kemudian Allah menerima taubat merka agar mereka tetap dlam taubatnya. Seusngguhnya Allah lah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Hai orang – orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang – orang yang benar.”
( QS. At Taubah 9 : 117 – 119 )
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Demikianlah sekelumit cerita mengenai Ka’ab bin Malik yang dikucilkan oleh kaum Muslimin disebabkan oleh ketidakikutsertaannya dalam perang Tabuk. Begitu berat hukuman yang diterima oleh mereka yang tidak ikut serta dalam kegiatan Rasulullah dalam rangka membela dan menegakkan agama Islam.

Ini adalah salah satu fenomena yang berjatuhan pada masa kenabian. Nah bagaimana dengan kita saat ini? Pelaku di dakwah kontemporer saat ini sebagian besar tidak mau kedudukannya tidak mau disamakan dengan kedudukan para sahabat dulunya di mana para sahabat memiliki ksempatan untuk bertemu dan menyerukan Islam bersama Rasulullah.

Di masa Rasulullah keluar dari barisan jamaah berarti keluar dari Islam. Ketika itu hanya ada dua pilihan bagi umat muslim, tetap bersama Rasulullah atau kembali jahiliyah. Oleh karena itu mereka yang keluar dari barisan muslimin akan dianggap sebagai kafir.

Nah, untuk pergerakan saat ini, kaum muslimin tidak lagi dihadapkan pada pilihan seperti di masa Rasulullah. Selagi pergerakan tersebut tidak menganggap dirinya sebagai jama’atul muslimin (nama lain dari khilafah islamiyah), di mana orang yang keluar dari barisan ini dianggap murtad, maka kaum muslimin saat ini ketika keluar dari barisan tidak dikategorikan kafir.

Sepertinya di sinilah letak kelemahan kaum muslimin saat ini. Ketika ia memutuskan untuk keluar dan meninggalkan jamaah, logikanya tidak ada beban dan hukuman yang akan ia terima dari pemimpin jamaah. Karena itulah banyak yang meninggalkan jamaah tanpa rasa bersalah, padahal saat itu tidak ada uzur baginya. Ka’ab bin Malik berada dalam keadaan yang muda dan bersemangat saat perang Tabuk, namun ia tergoda oleh banyak hal sehingga menjadikannya tidak ikut serta dalam peperangan.
Seandainya di zaman modern ini kaum muslimin yang memutuskan untuk keluar atau tidak ikut serta dalam menegakkan agama Islam juga dihukum sebagaimana Rasulullah menghukum ketiga orang yang tidak ikut perang Tabuk, betapa kuat dan kokoh barisan Islam saat ini.

Penulis menyadari bahwa sangat mustahil hal ini terjadi di pergerakan Islam kontemporer hari ini. Tidak akan ada yang mau dihukum hanya karena tidak hadir dalam satu kegiatan atau rapat. Hanya satu yang masuk akal untuk dilakukan kini yaitu berusaha untuk terus bersabar dalam menghadapi permasalahan di jalan yang panjang yang ujungnya masih tak terlihat.

Lagipula kata Allah “ Tidak ada paksaan dalam agama “. Entahlah, apakah ini sebuah keringanan bagi kita atau sindiran Allah kepada hambaNya untuk menegakkan agamaNya. Wallahu’alam

“ Sesungguhnya istirahatnya kaum muslimin ialah ketika kakinya menginjakkan surga”
( Ustadz Rahmat Abdullah )


Tanjungpinang, 13 Juli 2010
In improving myself to be better and keep standing on the right way

Sunday, 11 July 2010

Surat untuk Allah

      No comments   
Ya Allah aku hari ini sudah berbuat kebaikan.
Apa kau senang?
Bukankah kau menyukai orang yang berbuat kebaikan?
Bagaimana dengan nilai kebaikanku hari ini?
Apakah kau mau menerimanya?
…………………………………………………………………………………
Allah, mengapa kau diam saja?
Aku ingin tahu, ya Rabb
Terima tidak kebaikanku hari ini?
…………………………………………………………………………………
Kau tetap diam
Aku penasaran sekali denganMu
Rasa itu lebih besar dari rasaku padanya
Kau tahukan siapa yang kusebut dengan “nya”?
Apa kau cemburu padaku?
Maafkan aku jika aku membuatMu cemburu
Yang kuketahui hanya Satu
Kau mencintaiku dengan rahman dan rahimMu
Aku malu sekali’
…………………………………………………………………………………
Boleh aku minta sesuatu lagi tidak?
Sebenarnya aku sangat takut dengan satu makhlukMu
Namanya riya’
Kau tahu mengapa aku takut padanya?
Dia senang sekali mengganguku
Ketika aku berbuat kebaikan, ia selalu saja ada
Dia bilang, dia akan menjauhkan aku dariMu
Hiks….
Tidak ya Rabb
Aku mohon jangan jauhkan aku dariMu
Lindungi aku ya
Aku mohon…

Pantas tidak aku takut pada riya’?
Dia dan aku sama – sama makhlukMu
Tapi kekuatannya lebih besar dari yang kubayangkan
Selalu saja mengikuti aku ke mana pun

Ketika aku berbuat baik dia berusaha merampasnya
Dan tidak ada yang tersisa untuk aku berikan padaMu
Ya Allah, bagaimana kita akan bertemu
Jika setiap kali dia melakukan hal yang sama padaku
Apa yang harus aku lakukan, Allah…
Berteman dengan ikhlas?

Wednesday, 7 July 2010

Menikah Kok Repot

 ,      2 comments   
Waduh ni dia nih repotnya kalo udah kepala dua alias memasuki umur 20 tahunan. Bergaul dengan orang - orang yang secara umur lebih dewasa. Topiknya gak jauh jauh dari nikah. Wuuuu....
Satu kata yang menggoncangkan dunia ( klo syahadat itu jumlah yang menggentarkan dunia ).

Sebenarnya tulisan ini lahir dari respon penulis terhadap status - status di facebook yang diramaikan oleh status - status menikah. Ataupun yang menjurus - jurus ke nikah. Tak hanya itu tulisan juga terinspirasi dari kakak yang baru saja menikah.

Dalam pikiran penulis yang dangkal ini menikah itu awalnya ya cuma ngucapin ijab kabul, terus orang yang awalnya haram jadi halal. DApat status baru, dapat temen baru yang bisa diapain aja, eh maksudnya yang bisa diajak untuk berbagi, diajak makan bareng, jalan bareng, dicurhatin habis - habisan dengan resiko mempercayai sepenuhnya. Trus buat saya pribadi dapat orang yang bisa dimintain untuk antar jemput, capek juga bawa motor tiap hari (jadi ojek aja sekalian).

Ternyata menikah gak setakat tu aja. Masih banyak hal lain yang harus dipersiapkan.
Nah, mulanya perintah nikah itu turun untuk menghindarkan manusia dari berbuat zina. Oleh Allah diberilah alternatif yaitu menikah.

Sesuai dengan perkembangan ternyata dalam pernikahan itu banyak sekali hal - hal baik di dalamnya. Mulai dari menggenapkan setengah din sampai berlimpahnya amal yang bisa dilakukan dalam pernikahan.
Walau begitu ternyata untuk saat ini penulis merasa menikah itu kok jadi dibawa ribet banget ya?

Pertama, pusing milih calonnya. Ini dia nih masalah paling utama dan numero uno. Kedua bingung cara deketin mertuanya. Trus kelimpungan mikir biaya pernikahannya. Lalu klo nikahnya udah lama, males liat mukanya ( pengen ganti kikikikik.... ). Anak banyak jadi pusing, gak punya anak kasihan si istri. Mau dicerai gak tega, dimadu dia gak rela. Halah halah halah.... Dangkal banget sih pikiran.


Nikah kok jadi repot gitu.
Pokoknya nikah tu gitu lah. Gak percaya? Coba aja.

Penulis bukannya lagi terus menerus mikirin nikah ( waduuuuh perjalanan masih panjaaaaaaaaang banget ), tapi gak mikir gak juga sih ( nah lho bingung kan ). Sebagai penulis dengan usia yang masih sangat muda ( membela diri ) pernikahan mungkin hanya sekedar dapat teman baru (hahahahha gawat banget nih ).
Tolong, jangan racuni pikiran saya dengan hal nikah menikah.

Buat teman - teman penulis yang sudah siap untuk menikah, menikah aja (jangan tunggu saya hahahahhahahaha ge er mode on ).
Hahahaha tapi lucu juga kalo pun sudah siap tapi belum mampu nah lho gigit jari. Atau puasa. Halaaaah.... Maleslah...
Sekali - sekali azizahnazi nulis tentang nikah gituuu...


Teruntuk teman yang akan berpikir mau menikah ( hah baru mau mikir!! ), mau menikah, dan yang akan menikah ( bedanya apa? ).
Sebuah buah dari pikiran yang masih dangkal

Pulang Kampung

 ,      2 comments   
Musim liburan sudah di depan mata. Eh atau emang udah di mata ya.
Inilah nasib yang menuntut ilmu di negeri sendiri ( oi oi ngaca ngaca... ngaku ngaku negeri sendiri lagi ). Teman - teman yang lain pada pulang kampung, kita orang tinggal lah di sini. Nungguin Tanjungpinang biar gak dibawa lari sama semut, atau dipatokin ayam, atau di bom sama Amrik, eh Israel ( alah sama aja ).

Begitu ujian akhir semester berakhir hari Sabtu lalu (3/7) beberapa orang teman langsung angkat kaki dari Tanjungpinang ( gak betah kali ya? ).
Entah karena memang sudah rindu dengan kampung halaman, atau dengan orang tua, atau karena harus menghemat pengeluaran, atau karena udah ada yang nungguin di kampung ( banyak kasus pulang kampung punya status baru : istri ato suami ).

Tanjungpinang dalam tiga bulan ke depan akan terasa sepi bagi saya pribadi. Kader-kader, teman - teman kuliah, teman - teman organisasi, teman - teman main goli, ( loh loh loh kok goli ) semua pada pulang kampung, hanya beberapa orang yang akan menetap di ibukota provinsi Kepulauan Riau ini.

Sebaliknya teman - teman masa sekolah dulu akan pulang ke Tanjungpinang, Allah Maha Adil, gak mau bikin Tanjupinang terlalu padat. Jadi dibuatlah skenario yang seperti ini.

Namun saya ingat dengan pengalaman tahun lalu, karena semua pada pulang kampung, kegiatan sepi, mau aksi gak jadi, akhirnya cuma bisa advokasi, atau audiensi ( eh ada gak ya ). Ya ya ya ya....Bagaimanapun sudah harus antisipasi dari kini, biar gak ke sana kemari nyari - nyari yang mau jadi konsumsi hihihihi...
Mulai deh syair tak jelasnya.

Yap yap yap, buat teman - teman yang pulang kampung, hati - hati di jalan. Selamat sampai tujuan. Biar ombak agak besaran, insya Allah aman. Salam buat keluarga di seberang, oh ya jangan lupa oleh - oleh kerupuk ikan kalo pulang ke Tanjungpinang.

Saturday, 3 July 2010

Ketika Seorang Teman Bertanya

 ,      4 comments   

Ketika seorang teman bertanya ( lebih tepatnya sebuah pernyataan putus asa ), apa yang harus ia lakukan agar bisa menjadi lebih di bidang tertentu seperti teman – teman yang lain, maka apa yang akan anda katakan padanya?

Saat kita berada di tengah – tengah orang yang serba bisa segalanya, rasa minder dan rendah diri itu pasti akan muncul dengan sendirinya. Ketakutan dan rasa malu juga turut menyelimuti perasaan kita. Perasaan tidak bisa terus saja menggelayut dan otak tidak dapat bekerja dengan baik. Yang terjadi adalah kegugupan sepanjang masa.

Mengapa kita harus mengalami hal ini?

Hal – hal yang disebutkan di atas merupakan kekuatan perasaan. PERASAAN. Ketika kita menghadapi kondisi seperti di atas, menggunakan perasaan bukanlah hal yang baik dan tepat. Gunakan kekuatan logika kita. Mengapa kita harus merasa rendah diri, merasa tidak bisa menjadi lebih baik. Merasa gugup dikarenakan keberadaan seseorang atau lebih tidak perlu.

Berada di tengah mereka yang serba bisa seharusnya adalah sesuatu yang patut disyukuri dan sebisa mungkin mengambil manfaat dari kondisi tersebut. Mencuri sesuatu yang telah mereka punyai bukanlah hal yang bisa dikatakan sebagai dosa dan kita tidak akan mendapat hukuman karena itu. Kita hanya mencuri apa – apa yang bila diambil pun tidak akan pernah hilang dari pemiliknya, malah akan bertambah. Sebuah keajaiban ilmu.

Lupakan sejenak bahwa kita ingin menjadi seperti orang itu. Pikirkanlah tentang hal – hal yang bisa kita dapatkan dari orang – orang tersebut. Ketika kita berpikir untuk menjadi seperti seseorang, maka langkah kita tidak akan bisa mulus dikarenakan kita terus saja mengikutkan bayangan mereka.

Yang perlu kita ketahui hanyalah proses yang telah orang – orang tersebut lalui sehingga menjadi seperti saat ini. Untuk itu berdiskusi dengan para manusia plus mesti ditingkatkan.

Belajar adalah hal yang mutlak untuk manusia. Namun dalam proses belajar tidak baik untuk selalu mengikuti apa yang dilakukan oleh manusia plus tersebut. Jadilah diri sendiri. Setiap orang memiliki caranya masing – masing, mereka yang telah berhasil pun sukses dengan caranya sendiri.

Mereka yang telah berhasil adalah orang – orang yang selalu berpikir positif dan optimis akan suatu permasalahan. Mereka melihat suatu permasalahan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti dan dihindari apalagi ditinggalkan. Masalah adalah sesuatu yang sangat berharga yang diciptakan untuk manusia karena disebaliknya terdapat hikmah.
Apa itu hikmah? Dia adalah milik kita yang hilang. Karena itu hadapi masalah untuk mendapatkan sesuatu yang telah hilang dari kita. Tidak percaya? Coba.