Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Monday, 28 December 2009

HIDUP MAHASISWA!!!

 No comments   
Hidup mahasiswa!!!

Wow, kalo kita dengar ini diteriakkan sama mahasiswa secara serentak, benar-benar bikin dada berdebar-debar. Gemuruh dan bergejolak ( wah, agak berlebihan ). Apalagi kalo lagi demo. Wiiiih... ga kebayang rasanya.

Tapi dibalik semua itu, apakah mahasiswa benar-benar hidup???
Seperti apa mahasiswa yang hidup itu??
Lalu seperti apa pula hidup mahasiswa??

Nantikan catatan berikutnya....

Tuesday, 15 December 2009

PRESIDENKU

      2 comments   


Democrazy malam ini seru juga. Agenda sidang kali ini membahas cara komunikasi Pak SBY yang belakangan tidak stabil. Di beberapa tayangan video terlihat Bapak Presiden SBY yang dinilai “marah-marah”. Seperti saat berpidato di pertemuan para Bupati. Ada seorang Bupati yang tertidur kala sang Presiden berpidato. Kemudian beliau dengan tegas mnegur Bupati tersebut, “ Itu yang tidur, klo mau tidur silahkan di luar. Bagaimana pemimpin mau memimpin rakyat? “
            Oleh media hal ini dibesar-besarkan. Media kemudian membentuk opini publik dengan mengatakan bahwa emosi sang Presiden sedang tidak stabil. Terbukti dengan sikapnya yang marah-marah.
            Seorang ahli komunikasi politik yang hadir malam itu sebagai narasumber berkata, ” SBY mulai kelihatan watak dasarnya. Dan ini sudah mulai terlihat di jilid 2 ia memimpin. Sebelumnya di jilid 1 banyak pemolesan dan drama.”
            Tak hanya itu, seorang pengamat politik yang juga diundang oleh Democrazy berpendapat bahwa presiden SBY merasa dirinya hebat. Beliau tidak mau dicuekin dan berbagai pendapat yang menurut penulis negatif terhadap Pak SBY.
            Penulis jadi berpikir dan heran, sebenarnya apa yang terjadi? Pendapat-pendapat negatif mengenai Pak SBY akhir-akhir ini terus bermunculan. Saat Beliau merasa keamanannya meulai terancam oleh kekuatan politik tertentu, muncullah opini bahwa Pak SBY bawaannya selalu curiga, paranoid. SBY terlalu over dalam menghadapi suatu masalah. Beliau seharusnya tidak perlu takut karena beliau adalah pilihan rakyat dan didukung oleh DPR serta aparat keamanan di belakangnya.
            Diakui bahwa akhir-akhir ini cukup banyak masalah yang dihadapi oleh Indonesia. Dan sama sekali tidak ringan. Dimulai dari kasus Antasari yang melahirkan kasus Bibit – Chandra dan Bank Century. Presiden SBY ditantang. Agendanya untuk memberantas korupsi benar-benar minta dibuktikan. Rakyat mulai menagih janji kampanye beliau. Desakan – desakan dari berbagai pihak pun terus menekan beliau untuk menagambil sikap.
            Kembali pada pendapat-pendapat miring tadi, ada lagi yang membela bahwa presiden juga manusia. Marah, gusar, dan curiga adalah hal yang manusiawi. Menurut Arswendo Atmowiloto, salah seorang narasumber, opini-opini tersebut ada disebabkan oleh konsep masyarakt sendiri mengenai beliau. Seorang presiden tidak boleh marah, tidak boleh tegang, harus senyum terus, tidak boleh begini, tidak boleh begitu dan lain sebagainya.
            Sudah tidak hormatkah bangsa ini pada pemimpinnya?? Apakah tidak ada lagi rasa segan rakyat saat mengomentari pemimpinnya??
            Penulis tidak bermaksud menyalahkan atau menuding siapa pun. Rakyat memang harus mengawasi kinerja pemimpin mereka. Daya kritis rakyat juga tidak boleh turun sedikit pun dalam menilai hal-hal tersebut. Tapi haruskah mencercanya hanya karena sikap beliau saat menegur si Bupati yang tertidur saat ia berpidato dinilai marah-marah? Bukankah hal yang dilakukannya itu wajar? Penulis bisa membayangkan opini lain yang akan muncul seandainya beliau tidak bersikap seperti itu.
            Seorang presiden memang dituntut untuk tetap terlihat tegar di hadapan rakyat. Seorang presiden juga tidak boleh mengeluh apalagi curhat di depan rakyatnya. Seorang presiden harus bisa menahan amarah dan mengendalikan emosinya.
Namun dibalik itu, sebagai rakyat, pernahkah kita belajar untuk memahami pemimpin kita? Pernahkah kita berpikir tentang apa saja yang dipikirkannya? Bangsa ini begitu besar. Presiden tidak bisa bergerak dan bekerja sendiri. Marilah kita menjadi kaki dan tangan beliau. Mata dan pendengaran beliau. Bukankah ia adalah pilihan rakyat Indonesia? Mari kita dukung pemimpin kita yang sudah dipilih oleh 62 % rakyat Indonesia. Bersama-sama kita sukseskan beliau dalam membangun Indonesia. Kritiklah kebijakan yang beliau ambil bila kebijakan tersebut tidak memihak rakyat dan kurangilah menekan pribadi beliau. Masih banyak hal yang perlu dikritisi ketimbang berkomentar bahwa belakangan ini beliau suka marah-marah.

Tanjungpinang, 15 Desember 2009
                                                Dalam rangka keprihatinan terhadap presiden

Sunday, 13 December 2009

Sedikit Penggalan Manajemen Waktu

      No comments   
Ga terasa udah semester tiga. Bener tuh kata Pak Ustadz Ganteng, salah satu ciri-ciri waktu adalah cepat berlalu dan ga terasa. Kaliamt yang keluar adalah eh ga terasa ya ternyata sekarang udah semester tiga, eh kamu kok udah besar, eh, kamu sekarang udah.... dan lain-lain.

Kata Pak Ustadz Ganteng lagi nih, setengah umur manusia dihabiskan cuma untuk tidur. Wah, gawat banget ya. Dilahirkan, eh diciptakan dan hidup di dunia cuma buat tidur. Ga puas juga kali ya udah tidur selama 9 bulan dalam perut mak nya hehehe...

Ternyata waktu tuh berharga sekali. Ga ada yang bisa gantiin waktu kita.
Masalahnya sekarang, gimana caranya supaya setengah waktu hidup ( yang bener-bener melek ) dimanfaatin dengan sebaik-baiknya.

Kata Pak Ustadz Ganteng lagi, yang bisa memenej waktu itu adalah kita sendiri karena kitalah yang paling tahu kegiatan kita. Nah, ini dia nih yang agak rumit. Mengatur waktu.....

Pak Ustadz, materi manajemen waktunya masih kurang....

Sekilas Miss World

      No comments   
Heran juga ya, perhelatan Miss World baru ja digelar semalam. Kebetulan nonton waktu mereka lagi nayangin kegiatan-kegiatan Miss India di negaranya ( trpilih jadi Miss Purpose gitu deh. Ga tau juga artinya ).
Well, emang sih kegiatannya sosial semua. Rata-rata kegiatan Miss-Miss itu pergi ke panti asuhan, daerah-daerahyang kena bencana, menghibur keluargayang tertimpa bencana alam, rakyat miskin, main dengan anak-anak miskin itu, ngajarin mereka sesuatu ( ga tau juga tuh sesuatunya apa ) dan sebagainya.

Bagus sih kegiatan yang dilaksanakan cewek-cewek cantik ini. Tapi ada yang aneh menurut saya. Acara malam itu sama sekali ga....( gimana ya nyebutinnya ). Pokoknya mewah banget lah. Dari baju-bajunya ( sebenarnya ga mewah sih, karena pada kurang bahan ), sepatu, make-up, tatanan rambut, panggung dan segala macam, sama sekali ga bisa dibilang sederhana. Dan itu semua cuma untuk memilih satu orang ja!!! Capek deh. Mendingan dananya buat mendirikan sekolah di negara dunia ketiga, mencarikan mereka guru yang berkompeten, melengkapi sarana dan prasarana, membantu korban gempa dan masih banyak hal yang lebih bermanfaat yang bisa dilakukan.

Heran.....

Catatan Semalam

      No comments   
Hebat sekali semalam. Tapi sadisss!!!

Apa salah jika Allah masih belum mempetemukannya dengan jodohnya?? Mungkin belum waktunya aja kali. Tapi ya itu, dia harus kebal dengan sindiran-sindiran yang dilontarkan. Kejam sih kedengarannya.
Namun ga tau juga mau berbuat apa.

Allah punya kuasa. Allah tau apa yang terbaik. Bisa jadi ini belum waktunya dia menikah. Belum waktunya dia bertemu dengan jodoh yang sudah ditentukan oleh Allah. Semua hanya masalah waktu. BELUM WAKTUNYA.

Kalau memang belum waktunya memaksa pun ga akan ada gunanaya. Menyalahkan apalagi.
Yah, harus banyak bersabar. " Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. "
Allah sedang mempersiapkan yang terbaik buat dia.

Saturday, 12 December 2009

Gimana ke Depannya???

      No comments   
Baru beberapa waktu lalu pelantikan pengurus BEM periode 2009-2010. Tapi masih kosong banget nih dengan aenda kegiatan. Diletakkan di posisi bendahara, seidikit uang pun ga ada di tangan. ini gimana sih sebenarnya???

Jadi bingung. Ketua BEM juga orang sibuk. Bukan orang yang hanya diamanahi satu atau dua. Beliau diamanahi sebagai pengurus di beberapa organisasi. Jadi sibuk. Belum lagi dengan anak muridnya. Banyak banget yang harus dipikirkan. Sementara BEM sedang menunggu beliau. Anak buahnya punya potensi, tapi kemauan untuk bergerak kurang.

Duh susahnya untuk bergerak. Namanya juga organisasi, ga mungkin kerja sendiri. Butuh orang lain.
Beginilah jadinya kalau para aktivis kampus juga punya pekerjaan. Bukan sampingan, tapi tetap. Kalau cuma freelance sih gampang atur waktunya, tapi mereka tidak. Tapi yang lain, yang tidak bekerja juga acuh ga acuh. Urusan organisasi ini dianggap angin lalu. " Emang gue pikirin " kira-kira itulah yang ada dibenaknya.

Hmmmm....ngeluh juga tidak ada gunanya. Lebih baik kembali membangun komunikasi dengan senior untuk menggerakkan BEM. Sudah terlalu lama vakum. Semoga tahun ini bisa jadi batu loncatan untuk kek depannya.
Amiin...



Sedikit masalah organisasi

Saturday, 7 November 2009

Mengirim Makalah Via Surat Elektronik

    
Sudah saatnya para dosen dan mahasiswa menggunakan teknologi yang ada dalam mengumpulkan makalah.

Penulis menyarankan agar seluruh mahasiswa beserta dosen memiliki e-mail ( electronic mail ). Dengan e-mail atau surat elektronik para mahasiswa tidak lagi perlu mencetak hasil makalah mereka dalam bentuk hardcopy. Cukup mengetik di computer kemudian mengirim makalah tersebut ke alamat e-mail dosen terkait.

Cara ini sangat praktis, cepat, dan hemat. Dan tidak ada yang akan dirugikan dalam hal ini. Jika sistem pengumpulan makalah mahasiswa seperti yang penulis sebutkan, maka manfaatnya banyak sekali.

Kemudahan bagi para mahasiswa. Mereka tidak lagi perlu mem-print hasil makalah tersebut di kertas. Dari segi ekonomi, mahasiswa dapat berhemat. Mereka hanya perlu membayar layanan internet yang mereka pakai. Tidak perlu membayar hasil tersebut per lembarnya. Harga kertas yang mulai mahal membuat harga print juga mahal. Di beberapa tempat yang sering dikunjungi oleh mahasiswa kota Tanjungpinang untuk mencetak tugas mereka, harga per lembar adalah Rp. 1.000,- dan untuk covernya Rp. 2.000 per lembar. Tentu saja ini sangat memberatkan keuangan mahasiswa yang memang sudah berat.
Jika satu makalah terdiri dari 12 lembar maka biaya yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa tersebut adalah Rp. 12.000,- untuk kertas biasa dan Rp. 4.000 untuk covernya. Total seluruhnya ialah Rp. 16.000,- Ini belum ditambah dengan layanan internet ataupun sewa computer yang mereka gunakan untuk mengetik.
Bayangkan jika mereka mengambil 10 mata kuliah dalam satu semester. Berapa biaya yang mereka butuhkan untuk membuat makalah?

Bagi penulis, makalah dalam bentuk kertas ( hard ) adalah pemborosan. Setelah dosen membaca dan menilai makalah yang dibuat oleh mahasiswanya ( sebenarnya penulis agak meragukan, benarkah dosen-dosen tersebut membaca makalah itu dengan cermat ), logikanya, makalah itu hanya akan jadi tumpukan kertas yang tak berarti. Terkumpul di sudut rumah dosen yang jika tumpukan itu sudah meninggi maka ia akan membuangnya. Hufff…… sungguh sangat tidak efektif. Walaupun makalah tersebut sudah menjadi hak dosen, namun di sana terdapat kerja keras mahasiswa dalam mengumpulkan data dan informasi.

Bila makalah dikirim via e-mail, makalah tersebut masih dapat disimpan dengan rapi dalam bentuk file di computer ataupun flashdisk. Mudah dibawa dan sangat praktis jika dosen ingin membacanya lagi. Dan memory yang diperlukan juga tidak begitu besar, jadi dapat memuat makalah puluhan mahasiswa.

Lagipula jika makalah bentuknya soft, akan lebih memudahkan dosen membacanya. Cukup buka e-mail, simpan dan baca di manapun serta kapan pun ( bagi dosen yang menggunakan laptop ).

Perbaikan makalah juga akan lebih mudah. Tinggal meng-edit paragraf atau kalimat yang dimaksud tanpa harus mengeluarkan biaya cetak lagi.

Untuk itulah penulis berharap kepada dosen di seluruh universitas dan sekolah tinggi di Tanjungpinang agar tugas makalah yang mereka berikan dikirim via e-mail. Selain praktis dan cepat, cara ini sangat hemat dan tidak membebani mahasiswa secara ekonomi.

Monday, 2 November 2009

In Memoriam of Bu Asiah

    

Sabtu, 17 Oktober 2009 pukul 15.30 Kampus STAI

Ruang 1 begitu riuh. Rapat HMJ PBI sedang berlangsung. Perbedaan pendapat membuat peserta rapat yang lain kebingungan. Padahal hal yang dibahas sangat sepele.

Dalam keriuhan itu Widya yang duduk cukup jauh dariku berusaha menyampaikan pesan padaku tanpa suara. Aku berusaha membaca gerak bibirnya. Keningku berkernyit. Tak dapat menangkap pesan yang ia sampaikan.

Bu Asrah meninggal dunia. Akhirnya itu yang dapt kusimpulkan dari gerak bibirnya. Bu Asrah??? Ah enggaklah, begitu kataku padanya. Aku ingat guru Fisika SMA yang terkenal dengan kedisiplinannya. Reaksiku yang tidak percaya cukup membuat Widya tidak puas. Ia serahkan handphonenya agar aku bisa membaca pesan singkat yang baru saja ia terima. Katanya dari Kak Desi. Hah?? Aku mulai heran. Apa hubungannya Kak Desi dengan Bu Asrah?? Aku tidak habis pikir hingga aku membaca SMS itu.

Bu Asiah meninggal dunia

Singkat, jelas, tepat, dan padat. Kalimat itu menggambarkan seluruhnya. Oooo jadi Bu Asiah, bukan Bu Asrah. Keningku kembali berkerut. Tidak percaya. Tidak ada perasaan apa-apa. Tapi sms ini dari Kak Desi. Ia jarang sekali bercanda. Ah, tapi aku tidak peduli. Konsentrasiku kembali pada rapat yang semakin tidak jelas.

Tak lama kemudian, giliran HPku yang bergetar. Ayah. Huff…. Pasti menanyakan posisiku lagi. Begitu kuangkat ayah langsung berkata, “ Za, Bu Asiah maningga. Capek pulang. Ayah sedang managak an tenda

Deg.

Jadi benar. Ah, aku masih tidak merasakan apa-apa. Sampai HPku bergetar lagi untuk yang kedua kalinya. Ibu. Apakah memberikan kabar yang sama??

“ Za, Bu Asiah maningga. Capek pulang. Ko ibu sedang manolong urang maurus jenazahnyo. ”

Aku hanya bisa berkata iya dan menambahkan bahwa aku akan ke sana setelah Maghrib. Tidak mungkin aku pulang sekarang. Masih ada agenda yang tidak mungkin ditinggalkan.

Tanpa merasa sedih ataupun khawatir aku kembali masuk ke ruangan. Tapi kali ini konsentrasiku sudah pecah. Benar-benar pecah. Aku mulai mempercayai kebeneran pesan singkat dari Kak Desi beberapa saat tadi. Aku menjeling pada Widya. Tapi tak kudapati ia melakukan hal yang sama padaku. Rapat terus saja berlanjut.

Diam-diam aku mulai kesal dengan rapat ini. Kenapa dari tadi hal yang dibahas itu-itu saja. Tidakkah ada agenda lain selain membahas penanggung jawab masing-masing penampilan??

Perlahan aku pindah ke tempat Widya. Sepertinya tidak ada yang sadar dengan pergerakanku. “ Wid, betul Bu Asiah meninggal. “

“ Innalillahi wa inna ilaihirojiuun………” hanya itu yang keluar dari bibirnya. Aku tersentak. Aku baru saja menyadari bahwa tak sedikitpun aku mangeluarkan kata-kata itu dari tadi. Lantaran aku tidak percaya barangkali. Ah entahlah, kenapa aku tidak sedih atau mengeluarkan air mata?? Begitu keraskah hatiku?? Bukankah selama ini ia orang yang memiliki tempat di hatiku?? Aku tak lagi berkonsentrasi dengan rapat. Hatiku berkecamuk. Menimbang-nimbang, haruskah aku sedih dan menangis. Ataukah berusaha tetap tegar seperti yang aku rencanakan selama ini jika suatu saat orang terdekatku meninggal???

Sabtu, 17 Oktober 2009 18.30 dalam perjalanan menuju rumah duka

Astaghfirullah……

Hampir saja motor yang kukendarai masuk lubang. Pikiranku ntah ke mana-mana. Sudah tak karuan. Lubang itu tak lagi kusadari. Syukur masih dapat kuhindari.

Aku masih bertanya-tanya benarkah Bu Asiah meninggal? Baru semalam dia ke rumah untuk bertanya mengenai surat pengalaman kerjanya yang belum sempat aku siapkan. Seminggu terakhir ini kami kembali berkomunikasi seperti biasa setelah sekian lama sejak ia berhenti dari sekolah. Memang silaturahmi kami tidak terputus total hanya saja, setelah kami tidak lagi berada dalam satu lembaga, kami jadi jarang bertemu. Apalagi ngobrol.

Minggu lalu ia ke rumah meminta aku untuk membuatkannya surat pengalaman kerja. Karena kepala sekolah sedang tidak di tempat, maka dengankulah ia berurusan. Katanya, tempat ia bekerja sekarang memerlukan surat tersebut sebagai arsip dan untuk memudahkannya mendapatkan insentif guru. Aku berjanji padanya lusa kuselesaikan.

Tapi karena terlalu disibukkan dengan urusan lain hingga hari ini pun surat itu belum juga kuselesaikan.

Sepanjang jalan hal itu yang terus menghantui pikiranku. Ada rasa penyesalan dalam hatiku. Ya Allah, benarkah Bu Asiah meninggal?? Kutambah kecepatan agar cepat sampai. Bisa kurasakan mataku mulai panas. Bayanganku bersamanya berputar di mataku. Flashback.

Kenangan di sekolah, pesan-pesannya padaku, gurauannya di hari-hari kami mengelola kelas bersama berkelebat sepanjang jalan.

Teringat aku pada dadanya yang sesak akan urusan-urusan di sekolah, masalah anak-anaknya dan kesulitan ekonomi yang dihadapinya. Sejak berhenti mengajar di sekolah yang sama denganku, ia harus pontang panting mencari pekerjaan baru. Bersyukur dalam waktu singkat ia kembali mengajar di sebuah Kelompok Bermain. Agak jauh memang, tapi ia mengaku senang di sana.

Ilmunya kembali bermanfaat saat banyak tetangga mempercayakan anaknya pada beliau untuk dibimbing dalam pelajaran sekolah. Beberapa di antaranya minta diajarkan mengaji. Saat ia bercerita aku bisa melihat binar di matanya. Aku yakin ia tak lagi berada dalam himpitan ekonomi. Atau setidaknya ia tak perlu lagi cemas walau gaji suaminya kadang tidak mencukupi untuk kehidupan mereka.

Betapa senangnya ia saat memberitahuku bahwa ia diberi uang sejumlah lima ratus ribu rupiah oleh seorang wali muridnya. Pada awalnya ia tolak karena merasa tidak pantas menerimanya. Tapi orang tua tersebut memaksa Bu Asiah untuk menggunakan uang tersebut sebaik mungkin.

Ah, Bu Asiah. Masih tergambar jelas di pelupuk mataku rasa terima kasih yang disampaikan oleh Mama Darma, salah satu wali murid kami. Anaknya yang pada saat itu berada dalam bimbingan Bu Asiah menunjukkan perkembangan yang sangat memuaskannya. Di sekolah dialah satu-satunya guru yang mampu menenangkan anak, sesuatu yang jarang sekali berhasil dilakukan oleh guru-guru lain. Karena itu, tak jarang ia mendapat hadiah dari wali murid.

Jantungku berdetak tak karuan saat berbelok ke gerbang perumahan Bu Asiah.

Begitu tiba di tempat tujuan, aku melihat ada tenda berdiri. Bukan untuk pesta pernikahan. Tapi tenda dari Babul Khairat yang biasa digunakan oleh pengurus mesjid saat ada warga yang meninggal dunia.

Kakiku bergetar begitu aku turun dari sepeda motor. Pandangan ketakutan dan tak percaya tergambar di wajahku. Aku cemas. Mengurungkan niat pergi ke rumah duka, aku berbelok ke rumah Bu Ita.

“ Assalamu’alaikum……”

Aku masuk begitu saja dan berhenti di ruang tengah. Mendapati Bu Ita berdiri menatapku.

“ Buk, betul ya???? “ seketika itu juga tangisku meledak. Ketidak percayaan akan berita duka yang dari tadi kupertahankan runtuh sudah. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jelas sudah bahwa hal itu benar. aku terus terisak sambil berkata “ Buk, betul ya??? “ Sejujurnya aku masih tidak percaya akan kenyataan bahwa Bu Asiah sudah meninggal. Buk Ita hanya bisa mengangguk.

Air mataku semakin deras, dadaku naik turun, suaraku parau. Suatu hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya terjadi hari ini. Penyesalan semakin menyelimutiku.

“ Buk, iza…… ga sempat….bikinin…..surat…buat Buk Asiah…..” ucapku terbata-bata. Aku benar-benar seperti anak kecil yang ditinggal orang tua. Isakku makin kuat dan tak bisa kutahan. Kupeluk Buk Ita.

“ Buk, iza…mau …ke sana. Ibuk temanin ya….” Kupujuk Buk Ita untuk menemaniku.

Setelah memasang jilbabnya, kami pergi ke rumah duka. Jarak rumahnya tidak begitu jauh dari rumah Bu Ita. Begitu sampai di depan pintu, aku bisa melihat jenazah Buk Asiah yang terbaring dikelilingi oleh kerabat dan tetangganya.

Aku masih terus terisak saat masuk. Dan tangisku meledak lagi ketika kain penutup wajahnya dibuka. Wajah Bu Asiah. Pucat. Tak lagi berdarah. Bibirnya tidak merah. Matanya tertutup. Dan sekujur tubuhnya diselimuti oleh kain panjang.

Aku percaya. Aku percaya. Aku percaya. Innalillahi wa inna ilaihirojiuuun………

Ya Allah, benar Kau telah memanggilnya. Di umurnya yang masih sangat muda. Dia hanya Kau beri kesempatan 37 tahun untuk hidup di dunia ini. Terima ia di sisiMu Ya Rabb. Ampuni dosa-dosanya. Jauhkan ia dari siksa kuburmu dan bangkitkan ia bersama orang-orang yang beriman.

Keterangan :

Capek = cepat

Maningga = meninggal

Managak an tenda = mendirikan tenda

Manolong urang maurus jenazahnyo = menolong orang mengurus jenazahnya

Friday, 9 October 2009

JANGAN SEKEDAR NGAMPUS

      No comments   
Mahasiwa baru udah mulai aktif kuliah. Hmmm saatnya rekrut anggota baru nih.

Tadi sore udah mulai gencar. Sampai-sampai pak ketua promosi di atas bus. Udah kayak pengamen. Rencananya tadi mau dampingi sambil keliling pegang kantong kresek wakakakakaka......

Anak-anak pada manggut-manggut aja. Ga jelas, mereka ngerti ato ga. Atau malah lagi liatin pak ketua??? hahahahaha.... Pasti jenggotnya jadi pusat perhatian.

Mudah-mudahan menjelang tanggal 24 Oktober 2009 calon kader yang masuk daftar udah banyak.
Biasanya mahasiswa agak susah untuk aktif. Dengan alasan yang macam-macam tentunya.
Padahal ga ada ruginya kok aktif di kampus atau luar kampus. Ada tastenya.
Kalo mau hitung untung rugi....hmmmm hitung ja sendiri.

Tapiii, dari sumber mana pun, ga ada yang nyaranin : kuliah tu kuliah aja. Serius. Ga usah ikut kegiatan.
Ya ampun capek deh. Mari saudara-saudara, jangan ulangi kesalahan yang sama seperti di mas SMP n SMA. Sekolah sekedar sekolah, dapt ijazah.

Kalau semua mahasiswa aktif di kegiatan kampus ataupun kegiatan bermanfaat lainnya, dijamin ga sepi.

LAGI, KEKERINGAN DI JATENG

    
Kayaknya pemanasan global benar-benar udah unjuk gigi nih.

Bukti-buktinya udah di depan mata. Apalagi tanda-tanda kekeringan dan kebasahan ( bahasanya aneh...) udah nyata banget.

Banjir bandang di Turki ngeri banget. Di Jawa Tengah malah kekeringan sampe warga mesti rela berjam-jam antri untuk dapetin air bersih dari pemda.

Waah tragis banget ya. Pasti mandi cuma sekali. Mau nyuci mikir2 dulu. Ah, serba sussah....

Bersyukurlah yang tinggal di Perumahan Pinang Hijau. Khususnya buat penghuni RT 3, soalnya kami hampir tidak pernah kehilangan air. Walaupun daerah lain kering kerontang.

Alhamdulillah......

SILATURAHMI

    
Kenapa sih pada ga sempat ke rumah. Padahal kan ga jauh2 amat. Cuma 5 kilometer jaraknya. Ini sodara sendiri kok ga mau dikunjungi.

Apa mau nunggu mati dulu kali ya baru mau ke rumah???

Astaghfirullah......

Syukur aja tuh orang tua masih hidup, kalo ga nyesal seumur hidup kali ya. Soalnya sengaja banget pas lebaran ga dateng-dateng. Cuma waktu mau ke pantai doang. Yah, sama aja bohong.

BERHENTI

    
Hmmm.....
saatnya untuk berhenti. Capek juga. Walau baru satu tahunan, tapi udah cukup.

Bukan saatnya memikirkan yang lain......

Terlalu banyak agenda. Sampai kamar sendiri pun tak terurus. Wakakakka.....

Asal jangan jadi kandang aja.

Monday, 28 September 2009

Tidak Pekakah Mereka?

    

Tidak Pekakah Mereka??

Masih bergunjing tentang anggota dewan, beberapa waktu lalu saat penulis menonton tayangan televisi berjudul Ancaman Bagi Anggota Dewan, penulis kembali dibuat ternganga akan sebuah kenyataan tentang wakil rakyat ini.

Ini menyangkut PP No. 37 Tahun 2006 yang memungkinkan anggota dewan menerima tunjangan komunikasi dan operasional dengan menggunakan pagu maksimal.

Menurut penulis ini adalah hal yang sangat tidak masuk akal sekaligus bukti nyata akan ketidak pekaan anggota dewan terhadap nasib rakyat. Bagaimana tidak jika hal ini sangat memberatkan APBD dan sama saja merampok uang rakyat. Dan 70 % APBD dihabiskan hanya untuk membayar tunjangan para anggota dewan. Itu artinya Cuma 30% yang digunakan untuk kepentingan rakyat. Padahal kemampuan tiap daerah tidak sama. Ini menjelaskan mengapa rakyat Indonesia hidup di bawah standar sementara wakil mereka menikmati kekayaan seenaknya tanpa kerja nyata. Sangat konyol jika seorang wakil lebih sejahtera daripada yang diwakilkan.

Atas pertimbangan kembali peraturan ini dengan mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak, akhirnya pemerintah memutuskan agar dana yang telah diterima para anggota dewan dikembalikan selambat-lambatnya sebulan sebelum masa kerja mereka berakhir. Jika sudah melewati batas waktu yang ditentukan, maka anggota dewan ini jelas melanggar PP Nomor 21 Tahun 2007 dan Surat Edaran Mendagri Nomor 700/08/SJ yang dengan tegas meminta agar anggota DPRD mengembalikan TKI dan BPOP ke kas daerah. Dan jika tidak, mereka sudah jelas melanggar hukum dan terlibat kasus korupsi.

Dan hingga saat ini data terakhir menunjukkan baru 40% anggota dewan yang mengembalikan dana TKI ( Tunjangan Komunikasi Intensif ) dan BPOP ( Belanja Penunjang Operasional Pimpinan ). Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga mengetuai Asosiasi DPRD se Indonesia dengan tegas menyatakan menolak untuk mengembalikan dana tersebut. Dan keputusan ini diikuti oleh anggota dewan yang juga tergabung dalam asosiasi tersebut.

Semakin jelaslah mengapa Indonesia tidak bisa maju dan berkembang sesuai dengan program pemerintah. Dana yang seharusnya dapat digunakan secara optimal demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat malah dialihkan untuk membayar jasa anggota dewan yang hingga saat ini tidak diketahui kerja nyatanya oleh rakyat. Apa yang dilihat secara umum oleh rakyat selama ini adalah anggota dewan berada di dalam ruangan besar, mewah, bersih sambil duduk di kursi empuk sembari mendengarkan pimpinannya memimpin rapat. Apakah ini yang disebut dengan “ memperjuangkan nasib rakyat “??

Saturday, 29 August 2009

    

Hmmm, tumben banget nih semalam nonton film India di TPI ( bukan Tanjungpinang yo ). Judulnya ....zamheer par gitu deh. Ga tau lah. Lupa. Tapi jarang banget nih India cerita tentang dunia pendidikan. Alkisah ada seorang anak laki-laki yang sekolah di asrama putra ( karena nontonnya ga dari awal, jadi kurang tau nih kenapa dia dimasukin ke asrama, tapi bodo amat! ). Di asrama ini dia menghadapi tekanan yang amat berat. Semua guru memarahinya ( secara nih sekolah aturannya ketat banget ). setiap kali dia ga bisa ngerjain soal atau menjawab pertanyaan dengan benar, selalu aja dihukum. Padahal jawabanya ga jauh beda, cuma masalahnya tuh guru text book banget ( duh paling alergi, menghambat kreativitas ). Dihukum berdiri di depan kelas, dipukul tangannya sampe dia nangis ( secara perempuan trenyuh juga ). Akhirnya dia stres sendiri. Apa yang dilihat di papan tulis huruf dan angkanya pada terbalik semua ( liat adegannya sih pengen ketawa ). Tragis banget, dia ga punya teman buat berbagi duka. Ada si h satu orang, tapi ga sekamar. Anak yang bernama Isan ini akhirnya jadi anak yang pemurung. Tapi kalo dilihat dari ekspresi wajahnya bukan pemurung, tapi udah kayak orang idiot. Tatapannya kosong, mulutnya ga bisa dikatup ( atau karena pengaruh giginya ya?? hehehehe.... ). Mogok ngomong. Ditanya ga mau jawab. Orang tuanya nelpon pun dia no comment ( mau nglahin Desi Ratnasari kali ya ). Hingga suatu hari ada guru baru. Muda dan lincah. Ram S....( ga ingat ) Yang meranin guru ini si Aamir Khan yang udah lamaaaaa ga aku liat. Hehehehe.....yaaaa pastinya sekarang udah tua. Tapi ga apa. Di film ini keren banget. Guru inilah yang akhirnya mencari penyebab ( karena saking penasarannya ) kenapa si Isan ini jadi begitu. Dan penyebabnya adalah disleksia. Gangguan pada anak yang menyebabkan ia sulit membaca dan menulis. Dan berkat kesabaran guru ganteng ini akhirnya si Isan bisa mengembalikan lagi kepercayaan dirinya yang hilang. " Kenapa harus bilang tidak bisa? Lebih baik mengatakan aku tidak mau " Kata-kata ini yang aku tangkap dari guru ganteng saat ia berbicara dengan orang tua Isan. Jadi sebenarnya Isan tidak nakal seperti kata orang tuanya. Ia hanya merasa bahwa tidak ada yang mengerti dan paham kalu ia tidak bisa membaca dan menulis. Padahal usianya sudah 8 tahun. Hmmm, aku dapat ilmu baru. Jadi seandainya ada murid yang ga mau ngerjain kegiatan di sekolah, itu ga berarti dia malas, tapi dia tidak bisa. Solusinya, ya harus dibimbing ngerjainkegiatan itu. Pesan film ini : EVERY CHILD IS SPECIAL So buat calon guru, atau yang udah jadi guru, yuuuuk tanamin kalimat ini........ Hmmm, Makasih ya guru ganteng ( Selama sekolah kok ga ada guru kayak gini ya? Kalo kuliah kan udah pada tua )

Friday, 31 July 2009

NILAI-NILAI SOSIAL DALAM POLIGAMI

Nyambung tulisan semalam, kata pak ustadz, poligami mengandung nilai-nilai sosial. Salah satunya adalah tolong menolong. Cerita punya cerita, perempuan aslinya punya dua kebutuhan. Pertama kebutuhan biologis ( ngerti dong ya! ) lalu yang kedua kebutuhan materi ( duh, di mana-mana perempuan sama. Matre. Ga ada yang nggak matre. Klo ga butuh materi, boong banget ). Nah, klo stok laki-laki udah habis, otomatis dua kebutuuhan ini sedikit banyaknya ga terpenuhi. Nah, zaman sekarang, buat menuhin dua ini gampang banget. Ngelacur aja ( na'udzubillah...). Yupz, itu cara paling singkat. Dengan melacur perempuan udah dapat dua-duanya.Karena itulah, dengan adanya poligami, seorang laki-laki udah nolongin seorang perempauan dari jalan setan.

Lagipula, zaman sekarang udah banyak banget survei yang membuktikan klo jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Kenapa??
Pertama, karena perang. Udah hpal banget dong sejarah dunia n juga Indonesia berabad-abad yang lalu. Kerjaannya perang melulu. Ga ngerti juga lah tujuan perang apaan. Klo nonton film perang, duh, hobi banget nih. Soalnya adegannya "selamat". Nah, di film-ilm perang hampir susah nemuin pemeran perempuan. Tuh tenda-tenda isinya laki-laki semua. Klo udah pergi untuk jalanin satu misi, ga satu dua aja yang tewas, tapi puluhan. Bahkan ratusan buat yang misi gede juga. Kebayang ga udah berapa laki-laki yang tewas.....
Kenyataannya perang ga terjadi zaman baheula aja, tapi ampe skarang beritanya juga masih wara wiri di TV. Yang tewas juga makain bnayak. Janda meningkat.

Lalu yang kedua, resiko kematian pada laki-laki lebih tingi dibanding perempuan. Kan laki-laki kerja di luar. Laki-laki lebih mudah terserang penyakit. Kecelakaan di tempat kerja dan lain sebagainya. Inilah yang bikin resiko kematian pada laki-laki lebih tinggi.

Kembali ke poligami tadi. Tujuan nikah itu, salah satunya kan untuk memperbanyak keturunan ( bener ya bahasanya ). Nah, perempuan itu banyak juga yang ga subur. Bertahun-tahun nikah, ga dapat keturunan, bosen dong. Masa di rumah berdua terus. Emang siiiih bilangnya belum diberi sama Allah, tapi saat periksa ke dokter, ternyata secara medis, ga subur. Nah lhooo.....Sanggup ga, ga punya keturunan. Karena itulah, dengan berpoligami, seorang laki-laki bisa melanjutkan keturunannya.

Hmmm.....sulit. Dan menurut sebagian perempuan, poligami ga masuk akal. Merugikan perempuan. Perempuan kan ga mau di madu hahahaha.....lebih baik diracun, katanya. Oleh kaum feminis, poligami dijadikan alasan bahwa Islam sangat merendahkan perempuan. Duuh...perlu mikir tuh ya yang bilang begitu. Kejam banget.

Guru penulis aja waktu baru nikah 6 bulan udah pengen suaminya nikah lagi. Kami yang jadi muridnya cuma bisa kernyat kernyit kan kening ( sinting kali nih guru ). Katanya mau nambah sodara. Ya deh buk....Tapi sekarang kayaknya penulis baru ngerti nih. Duh mulia banget nih perempuan. Moga masuk surgaaaa......

POLIGAMI


Wooaaaaaa.....

satu kata yang bikin para cewek pengen nonjok muka si pelaku. Duuuuh....masalah sensitif nih.

Tapi baru dapet materi ini nih dari ustadz ganteng tadi siang. Awalnya sih ngomongin masalah pentahriman, eh jadi ngelantur k poligami.

Jadi teringat nih diskusi masalah ini dengan temen kuliah di tengah jam Bahasa Arab ( karena membosankan akhirnya kami ngalor ngidul di belakang sambil cekikik cekikik ).
" Kalian setuju nggak dengan poligami ? "
Temenku yang lagi hamil langsung meNIDAKkan dengan diamini oleh yang ikut nimbrung.

Nah siang ini lembaran itu kebuka lagi. Dengan berbekal QS. An Nisa ( ustadz ganteng lupa ayatnya, so nti cari aja sendiri di antara 176 ayat ) kata pak ustadz, perintah awal nikah itu sebenarnya adalah untuk berpoligami. Jadi punya istri klo bisa ga satu, tapi 2, 3 atau 4 ( bisa mencak-mencak ini cewek-cewek ). Ibarat klo kita berwudhu, klo ga ada air ya pake debu. Wooooaaaaah.....beristri satu sama kayak tayamum euy!!

Emang sih poligami itu sendiri ga sembarangan. Aada syarat-syarat yang mesti dipenuhi oleh seseotrang yang mau berpoligami. Salah satunya adil. Adil di sini berarti adil secara MATERI, bukan HATI. Jadi cinta ga bisa adil. Eh, ga bisa dibagi, dibagi pun ga bakalan sama. Duh cinta, beraaat....

Poligami sendiri mengandung nilai sosial. Masalah ini kapan2 ja dibahas.

Akhir kata dari pak ustadz, seseorang yang sudah bersyahadat tidak boleh menolak atau membenci ketetapan dari Allah. Karena menolak sama artinya dengan tidak mengakui eksistensi Allah swt. Duuuuuhh....

So para perempuan , siap ga siap di poligami ( kali ja nikah sama pengusaha soleh yang secara finansial bisa berpoligami ), sekarang mesti siap!!!

( Duh, aku jadi takut juga, masa gara-gara nolak poligami ( dan talak ) syahadat jadi gugur...)



* Tersemangati dengan materi hari ini



Friday, 24 July 2009

LEGAAAAAA BANGET

    
Hufff.....lega banget nih. Setelah sekian lamaaaaaa banget ( menurut aku nih ya ) kerja sama orang yang sama, akhirnya bisa lepas juga. Kerja dari tahun 2005 ampe sekarang. Duh, kerja apa kerja tu ya?? Wong klo kontrak aja cuma 2 tahun. Hahaha....

Ditawarin jadi guru ngaji sejak kelas 1 SMA, tepatnya setelah pake jilbab. mungkin selama ini ragu kali ya. Soalnya masa guru ngaji ga berjilbab. Lumayanlaah, buat nambah uang jajan. Sempat gede kepala juga, masih pake sragam putih abu-abu, tapi udah punya penghasilan. Walau ga seberapa.
Ditanya pengalaman mengajar, ya jelas belum ada lah.
Masa' anak ingusan kayak aku ( ceritanya waktu SMA ) udah punya pengalaman mengajar. Menghajar sih banyak banget.

Tapi terlepas dari tu semua, ternyata jadi anak buah banyak suka dukanya. dibentak2 sama kepala sekolah. Duh, penuh tekanan. Stress melulu bawaannya. Ini kepala klo negur ga pake perasaan. Maen bentak aja. Ga peduli di sana lagi ada anak murid. Perasaaaaan, perasaaaan.

Tapi sekarang akhirnya aku bisa juga keluar dari lingkaran kediktaktoran seorang pemimpin. Capek banget 4 tahun belakangan ini. Mudah-mudahan dengan pemimpin yang baru kesenangan hati bisa didapat. Walo harus kerja keras, karena kayaknya yang bakalan banyak belajar soal ini bukan aku, tapi beliau....

Thursday, 4 June 2009

I'M SORRY I LOVE YOU

    
Upss.....
Ini bukan judul lagu, bukan pula judul drama TV
Ini adalah pernyataan untuk Rian Setiawan

Hahaha....
Dia bukan pacar, bukan pula orang spesial

Rian itu salah satu murid aku
Umurnya 6 tahun
Anaknya sangat "aktif"
Hmmmm.......
LUAR BIASA!!!!!

Sementara teman yang lain mewarnai, menulis, bermain seadanya
yang dilakukan Rian adalah merangkak ke sana kemari, melompat di kelas, mengganggu anak perempuan, melepas satu persatu halaman majalah miliknya (syukur sekali bukan punya temannya ).

Saat ditegur, cuma bisa nyengir
Aku???
Hufff......
Ga bisa lagi pasang muka marah, lembut apalagi
Udahlah biarin aja


Hari Kamis, 28 Mei 209
Waktu bermain, semua anak-anak turun, termasuk si Rian ini
Seperti biasa aku juga ikut turun, jadi pengawas
klo ada yang ngajak main ular-ularan aku ikut hom pim pa
tapi hari itu, tidak...( pada capek kali )

" Ummi, ummi sini lah dulu " kata Rian
" Hmmm, apa ?" kudekatkan kepalaku karena ia memberi isyarat mau membisikkan sesuatu

" Ummi....."
Muach...
Muach....
Muach...

Pipi kanan
Pipi kiri
Lalu kening....

Deg!!!

Ya Allah anak ini.....

Bisa bayangkan tidak perasaan aku ???

Rian adalah anak yang kadang luput dalam perhatian aku sebagai guru
Anak laki-laki tetangga depan rumahku yang sudah kehilangan kasih sayang seorang ibu
sejak masih orok
Bukan karena ibunya mati, melainkan karena perceraian

Anak laki-laki usia 6 tahun yang selama ini aku anggap sangaaaaaat nakal
( upsss, bagi yang membaca tulisan ini, harap kata NAKAL tidak digunakan pada anak, apalagi menyebutkan kata ini di depan anak tersebut )

Aku dituntut untuk memperhatikan seluruh anak
Aku dituntut untuk mengetahui perkembangan setiap anak
Aku dituntut untuk memenuhi segala pemintaan orang tua

Dan sekarang aku tidak melaksanakan tugas itu dengan baik
Huff....
Betapa berdosanya.....

Delapan Pertanyaan untuk Membantu Menilai Kinerja Guru di Sekolah

    
Berikut ini delapan pertanyaan yang dapat menuntun guru dan kepala sekolah dalam melakukan penilaian kinerja. Pertanyaan dibawah ini dapat diajukan kepada guru yang akan dinilai sekaligus Mengarahkan kepala sekolah dalam menilai kinerja.

1. Apakah semboyan dan filosofi mengajar anda

2. Apakah rencana anda tahun ajaran ini

3. Sebutkan pencapaian anda tahun ini

4. Sebutkan kesulitan yang anda hadapi

5. Apakah strategi anda untuk mencapai tujuan-tujuan di tahun ajaran ini?

6. Apakah peran dan sumbangsih anda dalam kegiatan-kegiatan di sekolah?

7. Hal-hal apa saja yang harus di tingkatkan untuk mendukung kinerja anda di sekolah

8. Apa saran anda untuk sekolah ini?

Ini adalah tulisan dari blog Agus Sampurno. Semoga menjadi renungan kita semua


( sumber : www.gurukreatif.wordpress.com )

ANTARA ISLAM DAN BARAT HAL. 185 ( give your opinion )

    
Ada suatu pernyataan menarik yang ditulis oleh Wahiduddin Khan, penulis buku ANTARA ISLAM DAN BARAT yang sudah hampir 3 tahun aku beli, tapi tak pernah selesai dibaca.

Pada halaman 185, Dr. Vladimir Konolanov ( Rusia banget!!! ) mengatakan bahwa laki-laki lebih menguasai soal matematika karena sifat yang khs dari memori mereka. Laki-laki menunjukkan kesulitan besar dalam mengelola dan mengadaptasi materi bahasa.

Lalu pada halaman berikutnya seorang ilmuwan dari Rusia juga berkata,
" Laki-laki mempunyai kemampuan lebih besar untuk mengingat dan memproses penjelasan matematis dibandingkan perempuan, akan tetapi perempuan lebih baik dalam mengolah kata-kata.

Nah sekarang, silahkan nyatakan pendapat anda tentang masalah ini.

Mengemukakan pendapat tidak dipungut bayaran!!

KRISIS LISTRIK DI TANJUNGPINANG DAN BATAM

    
I. PENDAHULUAN Sungguh ironis apa yang menimpa Tanjungpinang. Di tengah segala persiapan menjadi ibukota Provinsi Kepri, kini harus menghadapi masalah yang sama lagi seperti sebelumnya. Listrik yang merupakan kebutuhan vital masyarakat mulai mengalami pemadaman untuk yang ke sekian kalinya.

Setelah tidak pernah lagi dipadamkan oleh PLN selama Pemilu dan Ujian Nasional, keterkejutan jelas tergambar di masyarakat. Protes mulai bermunculan. Untuk sebagian orang, pemadaman listrik bukan lagi hal asing. Yang disesalkan hanyalah tidak adanya pemberitahuan terlebih dahulu soal pemadaman ini. Masyarakat menjadi kesal lantaran mereka tidak sempat mematikan alat elektronik miliknya guna mencegah kerusakan.

PLN Tanjungpinang adalah satu dari tiga kantor cabang dari organisasi PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau sebagaimana yang telah tertera dalam Keputusan Direksi No. 300.K/010/DIR/2003 Tanggal 19 November 2003 tentang Organisasi PT PLN (Persero) Wilayah Riau Dan Kepulauan Riau.

II. ISI
Ini bukanlah pertama kalinya PLN melakukan pemadaman listrik secara bergilir kepada masyarakat. Sebelum pelaksanaan Pemilu 2009, PLN juga pernah melakukan hal yang sama. Bahkan pada Desember 2008. Lebih jauh lagi tahun 2007 PLN juga telah meresahkan masyarakat dengan aksi pemadaman lisriknya.

Banyak anggota masyarakat yang merasa kesal sekaligus jengkel akan hal ini. Mereka mengajukan protes pada PLN Tanjungpinang tentang seringnya listrik padam di Tanjungpinang, bahkan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ini mengakibatkan alat-alat elektronik di rumah mereka mengalami kerusakan. Dan beberapa di antaranya sama sekali tidak dapat digunakan lagi.

Bagi anak sekolah, padamnya listrik tentu saja membuat mereka kesulitan untuk belajar di malam hari. Apalagi dalam waktu dekat ini mereka akan menghadapi ujian akhir semester yang akan menentukan apakah mereka naik kelas atau tidak.

Tidak hanya itu, ketiadaan listrik juga mempengaruhi kelancaran pekerjaan di instansi pemerintahan, begitu pula swasta. Walau beberapa di antaranya menggunakan genset, tentunya ini akan menambah pengeluaran mereka membeli bahan bakar.

PENYEBAB PEMADAMAN LISTRIK
Tahun 2008 sebuah koran lokal menulis bahwa permasalahan listrik di Tanjungpinang adalah karena terbatasnya daya dan mesin. Berbeda dengan PLN Batam yang juga melakukan pemadaman listrik. Salah satu alasannya adalah berkurangnya pasokan gas dari PT PGN sehingga menyulitkan PLN menjalankan mesin pembangkitnya.

Tak hanya itu, mesin yang rusak juga merupakan alasan yang diutarakan oleh PLN Tanjungpinang menghadapi pertanyaan berbagai lapisan masyarakat. PLN dipertanyakan kinerjanya dalam pemeliharaan mesin pembangkit listrik tersebut. PLN juga mengalami kesulitan bahan bakar. Beban puncak yang cukup besar juga membatasi kemampuan produksi mesin listrik PLN. Jumlah pelanggan yng semakin meningkat tak mampu lagi dilayani dengan baik sesuai visi dan misi PLN selama ini.

Pemadaman yang terjadi bulan Mei 2009 ini dilakukan sehubungan dengan adanya jadwal PLN untuk melakukan overhaul mesin Allen yang ada di Air Raja. Dengan demikian, maka kemampuan supply yang awalnya 36 MW, berkurang menjadi 32 MW. Dan dengan adanya komponen listrik yang juga rusak pada mesin MHI 2 yang berkapasitas 5 MW, maka total kehilangan daya PLN Tanjungpinang adalah 9 MW atau hanya tersedia sekitar 28 MW untuk masyarakat. Padahal dengan cuaca yang panas seperti saat ini, Tanjungpinang setidaknya membutuhkan 37 MW. Untuk itulah dilakukan pemadaman listrik secara bergiliran oleh PLN Tanjungpinang.

APA YANG DAPAT DILAKUKAN

Sejatinya, memang pengelolaan PLN Tanjungpinang perlu untuk dipertanyakan oleh semua pihak. Tidak hanya orang awam, namun juga Ismeth Abdullah, Gubernur Kepulauan Riau. Selaku orang nomor satu di Kepri, beliau merasa kecewa terhadap pelayanan PLN Tanjungpinang kepada masyarakat. Apalagi setelah ia menerima laporan bahwa operasional PLTU di Galang Batang harus ditunda hinggá September 2009 nanti.

Menurutnya, minimnya suplai listrik hingga saat ini sama saja artinya tidak ada usaha perbaikan mesin sama sekali. Selain itu, birokrasi yang hanya satu pintu yang diberikan manajemen PLN juga mempengaruhi keputusan PLN Provinsi yang harus tetap berhubungan dengan PLN Pusat. Beliau mengusulkan PLN untuk membagi tiga wilayah, yaitu barat, tengah dan utara sehingga akan memudahkan pelayanan terhadap masyarakat.

Menanggapi permasalahan listrik di Batam Ismeth Abdullah sebagai Gubernur Kepri saking kesalnya berjanji akan melaporkan PGN ke menteri terkait. Hal ini disebabkan pemadaman listrik di Batam tidak hanya merugikan masyarakat umum, namun juga kalangan pengusaha dan investor. Para pengusaha yang masih resah akan beberapa aturan FTZ terkait dengan materlist dan pelayanan bea cukai yang kurang memuaskan, kini melengkapi penderitaan mereka dengan listrik yang mati.

Ketua Himpunan Kawasan Industri Kepri menyarankan agar Pemerintah Kota Batam membuka kran investasi perusahaan listrik di Batam. Ini bertujuan agar PLN Batam memiliki saingan sehingga akan berusaha keras meningkatkan pelayanan mereka terhadap masyarakat.
Untuk itu perlu adanya Undang-Undang Kelistrikan tanpa harus mengadopsi dari pusat, sehingga PLN Provinsi dapat mengambil keputusan sendiri berdasarkan keadaan daerahnya.

Selain itu melakukan hearing ke PLN Tanjungpinang adalah salah satu langkah awal dalam menentukan langkah selanjutnya. Ini perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi langsung dari pihak yang bersangkutan. Dengan begitu permasalahan yang ada akan terlihat lebih jelas.
Himbauan kepada masyarakat untuk lebih cerdas, cermat dan hemat dalam menggunakan listrik akan menjadi sangat membantu pihak PLN Tanjungpinang yang sebelumnya juga sudah berupaya agar masyarakat mengurangi pemakaian listriknya. Karena masih banyak masyarakat kita yang belum sadar dan tahu bagaimana cara menggunakan listrik dengan baik.
Masyarakat terkesan boros memakai listrik. Penyebaran pamflet dari rumah ke rumah mudah-mudahan adalah aksi yang sangat efektif dalam memberikan pendidikan pemakaian listrik kepada masyarakat.

Friday, 15 May 2009

SBY MINANG BD, SEMUANYAAA PADA KECEWA

    
Udah banyak banget prediksi yang dibkin sama media. SBY tuh cocoknya sama ini, ini, ini, dan ini....
yang lain pun udah GR hehehe
hingga suatu hari ada pengumuman klo orang nomor satu di Indonesia periode 2004-2009 ( insya Allah mungkin menang lagi tahun ini ) memilih Boediono sebagai cawapresnya.....

Dag dig dug duer, DAIA!!!!!!!

semua partai yang berencana akan berkoalisi dengannya kebakaran jenggot alias kasih sinyal ga setuju. hihihihihihi.....
lucu ya dunia politik.
kayak anak-anak juga....
tapi mau gimana lagi, namanya juga mencari kekuasaan....

Saturday, 18 April 2009

2 PERTANYAAN

    
Sedikit masalah tentang pelajaran kewarganegaraan saat ini yang kembali membahas tentang negara. Dari teori-teori terbentuknya negara sampai ke sistem pemerintahan suatu negara. Sebenarnya ini sudah dipelajari dari SMA, hanya saja enatah faktor apa, beberapa hal yang aku tanyakan sampai saat ini belum terjawab.

1. Mengapa saat ini Indonesia menggunakan sistem multipartai?
Di Amerika Serikat dan Inggris, di negara ini hanya memilki 2 partai. Republik dan Demokrat di Amerika Serikat.

2. Di Amerika Serikat, DPRnya memakai sistem separation of power ( pemisahan kekuasaan ),
sementara Indonesia menganut pembagian kekuasaan. Apa perbedaannya??

Wednesday, 25 March 2009

MASA REMAJA RASULULLAH

    
Membaca sirah nabawiyah pada awalnya, memang menyakitkan hati dan mata. Namun ternya ta ada sejuta hikmah di dalam semua itu. Jadi teringat firman Allah swt " ....bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal ia baik bagimu. Allah Maha Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. "
Nah, walau buku tebal ini punya tulisan yang ga besar, membacanya cukup asik. Satu bab per bulan cukup deh kayaknya ^_^ Yaa....setelah itu pake perenungan.
Btw, baru aja baca bab awal tentang Rasulullah yang di usia remajanya udah bisa mencari nafkah. Terbukti dengan berhasilnya beliau menggembalakan domba penduduk Mekkah. Kejujuran jadi kunci utama keberhasilan beliau. Tak lama setelah itu beliau pun ikut pamannya, Abu Thalib berdagang ke negeri Syams. Dan dilanjutkan dengan bekerjanya beliau pada seorang pedagang kaya yang kelak menjadi istri beliau, Khadijah r.a.
Di sinilah terlihat kemandirian beliau yang bekerja agar ringan beban pamannya. Tidak itu saja, dalam sirah ini dijelaskan, bahwa beginilah seharusnya seorang kader dakwah. Ianya memiliki usaha sendiri, tidak tergantung pada orang lain, sehingga tidak adanya hutang budi yang dapat menghalanginya dalam berdakwah. Kalau guru aku, dia orang nya berusaha banget bagaimana caranya supaya saat ia minta bantuan orang tersebut, selanjutnya beliau tidak perlu merasa berhutang budi. Karena ini bakalan bikin dia susah nantinya.
Yaaa....caranya macam-macam. Kadang dikasih upah, atau ditraktir makan. Memang hitungan materi bukanlah segalanya.
Oya, klo remajanya Rasulullah saw kayak gitu, yuk mari kita lihat gimana dengan fenomena saat ini. Duh, kadang jadi ngurut dada ( belum jadi orang tua aja udah ngurut dada ). Karena pola anak muda saat ni udah ga produktif lagi. Remaja di mana pun berada punya pola yang hampir sama KONSUMTIF. Pekerjaan sampingan tidak ada, kerjanya malah ngabisin harta orang tua terus. Emang sih, rezeki ga bakal berhenti ngalir. Tapi cara pemakaiannya itu lho.
Untuk itu ngarep sih, para pemimpin redaksi majalah remaja ga cuma nampilin rubrik2 yang konsumtif gitu. Coba lebih banyak informasinya. Kan remaja ga blank gitu loh. Coba aja tanya, sama beberapa remaja tentang isu akhir-akhir ini. Rata-rata pada ga tau.
Waktu aku bikin makalah tentang Global Warming, teman2 satu kelompok pada nanyain " Global warming tu apaan ya? " ( gubrak!!! ).
Lah...isu terbesar abad ini aja rata-rata mereka pada ga ngeh, apalagi yang kecil. Emang sih....aku juga ga begitu luas wawasannya. Tapi itulah gambaran remaja kita saat ini.
Duh, jadi ga nyambung nih dengan topik awal.....


Friday, 13 March 2009

Hebatnya Sihir Harry Potter

    
wohoi....
Apa yang yang ada dibenak sodara sekalian klo liat lambang ini???

Hehehe....
Tak lain tak bukan inilah karya besar abad ini, sekuel Harry Potter. Novel yang banyak mendapat banyak penghargaan ini ditulis oleh seorang janda bernama JK. Rowling.
Wuih.... mungkin aja waktu dia nulis novel pertamanya di kafe-kafe sambil ngasuh anaknya, dia ga bakalan nyakngka klo suatu saat, novel ini jadi pembicaraan banyak orang dengan berbagai pandangan yang berbeda.
Barangkali Bu Rowling ini juga ga ngira klo hari ini setiap launching buku baru, akan ada antrian panjang anak-anak dengan menggunakan kostum tokoh-tokoh Harry POtter. Akan ada begitu banyak penggemar yang menanti-nantikan sekuel terakhir novel ini.

Fenomena Harry Potter sudah mencuat sejak pertama kali novelnya diterbitkan. Hal inilah yang juga membuat sutradara Chris Colombus tertarik untuk memfilmkan karya ini. Dan hasilnya bisa kita saksikan sendiri. Tidak hanya novelnya yang mendulang sukses, film pertamanya yang berjudul " Harry Potter and the Sorcerer's Stone " meledak di industri perfilman. Rasanya inilah film anak-anak yang juga digemari dan ditunggu-tunggu kehadirannya oleh penonton remaja dan dewasa. Hingga saat ini sudah 5 dari 7 karya JK. Rowling ini yang difilmkan. Dan kelima benar-benar sukses di pasaran. Tak sia-sia budjet yang telah dikeluarkan untuk membiayai pembuatan film ini. Kesuksesan yang diraih kini melebihi dari dari perkiraan awal. Bahkan pemeran Harry Potter, belum lama ini tercatat sebagai salah satu remaja terkaya di Inggris, menyaingi keluarga raja.

Novel sihir yang satu ini benar-benar telah menyihir seluruh pembacanya ( temasuk aku ). Disebutkan bahwa banyak sekali anak-anak yang begitu mencintai ( atau terobsesi ) novel yang mengisahkan perjuangan seorang anak melawan penyihir hitam yang telah membunuh kedua orang tuanya di masa lalu dan meninggalkan bekas luka di dahinya.
Mayoritas mereka dapat ' melahap' novel tersebut dalam satu malam. Bayangkan, novel kelima Harry Potter dalam edisi terjemahan bahasa Indonesia memiliki 1200 halaman. Novel keempatnya hanya sedikit lebih tipis dari novel kelima. Begitu hebatnya sihir yang dihasilkan oleh JK. Rowling.....
Beberapa waktu lalu pun ia mendapat penghargaan dari pemerintah atas usahanya yang menumbuhkan minat baca pada anak-anak Inggris.

Wednesday, 11 March 2009

what should we do

    
Global warming merupakan isu terhangat abad ini. Banyak ahli yang melakukan penelitian mengenai hal ini. Di antaranya menyerukan kepada dunia untuk bekerja sama guna mencegah fenomena alam terbesar ini.

Tidak banyak yang menggubris hal ini. Hanya segelintir pemimpin dunia yang mencoba berbuat. Lainnya seolah menutup mata atau tertutup matanya oleh urusan lain. Seharusnya masalah ini ada dalam daftar prioritas pemimpin negara, khususnya negara maju, karena hal ini menyagkut kelangsungan hidup generasi berikutnya di satu-satunya planet yang dapat dihuni ini.

setelah hampir satu tahun blog ini tidak pernah dibuka
maka hari ini mulailah kehidupan baru itu
hehehe......

dramatis banget....

well,
dalam rentang satu tahun ini banyak sekali yang sudah berubah.
perubahan demi perubahan dirasakan terjadi sangat cepat. Mungkin buat aku ini tidak begitu terlihat, namun yang menilai adalah orang lain.
Beberapa oarang yang jarng berjumpa mengatakan bahwa banyak sekali perubahan yang terjadi.
Aku ngerti apa yang dimaksud

Tapi, pasang muka ga ngerti aja
Muka bengong.....

Banyak pertanyaan yang harus dijawab dengan alasan yang logis sehingga tidak menimbulkan kecurigaan yang berarti yang berakhir pada cemoohan....
Yupz....
Berat sih....

But i's okay
I'll face it
Actually, there's nothing hard in this world
Semuanya sudah disesuaikan dengan kemampuan